Penipuan Arisan Online

Polda Sulsel Akan Buka Posko Pengaduan Korban Arisan Online

Kata Direskrimsus Polda Sulsel Kombes Augustinus Pangaribuan, korban didalam kasus ini bermacam-macam profesinya.

Polda Sulsel Akan Buka Posko Pengaduan Korban Arisan Online
darul/tribun-timur.com
Dua perempuan rambut pirang, Kelvina Laurens dan Wenny, keduanya ini tersangka kasus Arisan Online. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dua perempuan yang ditangkap Ditreskrimsus Polda Sulsel, sudah menipu puluhan orang.

Pada kasus ini, dua perempuan ditetapkan sebagai tersangka Arisan Online. Mereka adalah, Kelvina Laurens bersama Wenny.

Kata Direskrimsus Polda Sulsel Kombes Augustinus Pangaribuan, korban didalam kasus ini bermacam-macam profesinya.

"Seperti ibu rumah tangga, pebisnis atau pengusaha," ungkap Augustinus saat rilis kasus di Polda, Jumat (6/12/2019) sore.

"Saya tidak bisa sebutkan satu-satu, tapi macam-macam hampir korbannya ini dari semua kalangan ya," lanjut Augustinus.

Berdasarkan laporan korban pada tanggal 2 Desember lalu, tersangka Kelviana dan Wenny dibekuk, Rabu (4/12) di Makassar.

Peran mereka lanjut Kombes Augustinus, dua tersangka bersama-sama mengelola arisan online via sosial media (Sosmed).

Kedua tersangka perannya mendapatkan korban atau anggotanya, ada yang melalui aplikasi WhatsApp (WA) ataupun di Line.

"Jadi segala macam cara mereka pakai, yang pastinya ketika memdapat si korban masuk lalu mereka kerja," ujar Augustinus.

Cara mereka beraksi, dengan iming-imingi korban dengan keuntungan cepat. Aksi mereka ini, sejak bulan Mei 2019.

Halaman
123
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved