Tribun Mamuju Tengah

Satpol PP Mamuju Tengah Cabuli Anak 14 Tahun di Halaman Kantor Bupati

Korban awalnya dijemput oleh pelaku sekitar pukul 22.00 wita di rumahnya, lalu diajak ke kawasan KTM Benteng Tobadak.

Satpol PP Mamuju Tengah Cabuli Anak 14 Tahun di Halaman Kantor Bupati
Kapolsek Tobadak
Korban (RK) saat melapor di Polsek Tobadak

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU TENGAH - Oknum Satpol PP Pemkab Mamuju Tengah, Aco Ardiansyah (40), cabuli anak di bawah umur.

Korban adalah RK (14). Pelaku melancarkan aksi bejatnya di halaman kantor Bupati Mamuju Tengah, Kecamatan Tobadak, Sabtu (1/12/2019) sekitar Pukul 22.30 Wita.

Kejadian tersebut diadukan oleh korban ke Polsek Tobadak, Minggu (1/12/2019) Pukul 01.30 Wita.

Korban awalnya dijemput oleh pelaku sekitar pukul 22.00 wita di rumahnya, lalu diajak ke kawasan KTM Benteng Tobadak.

Pelaku beralasan akan ada hadiah yang mau diterima yaitu piala dan uang Rp. 500.000. Korban ikut bersama seorang adiknya bernama Sahrul.

Kasat Pol PP Pemkab Mamuju Tengah, M Syamsir mengungkapkan, pelaku dan korban masih ada hubungan keluarga, rumahnya tidak berjauhan di Kecamatan Tobadak.

"Saya dengar-dengar ada hubungan keluarga korban dan pelaku. Pelaku ini sudah berkeluarga, anaknya baru saja menikah, sehingga saya sangat tidak menyangka hal itu bisa terjadi," kata M Syamsir via telepon kepada Tribun-Timur.com, Senin (2/12/2019) via telepon.

M Syamsir mengatakan, pelaku sudah dipecat, surat pemecatan sudah dikeluarkan dan proses hukumnya diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Mamuju Ipda Irene saat dikonfirmasi mengatakan, kasus tersebut diputuskan ditarik ke Polresta dari Polsek Tobadak karena pertimbangan keamanan.

"Baru saja kita lakukan serah terima berkas perkara. Keluarga korban marah, ngamuk sehingga Polresta memutuskan untuk kasusnya ditarik ke kesini," ujar Ipda Irene.

Ipda Irene mengatakan modus tersangka belum diketahui persis, karena belum dilakukan pemeriksaan.

"Tersangka belum diperiksa, sehingga belum diketahui persis modus pelaku. Nanti malam baru kita akan periksa, nanti kami sampaikan hasilnya, untuk rilis resminya ditunggu Pak Kasat Reskrim,"kata dia.

Namun, lanjut Irene, saat ini oknum Satpol PP tersebut sudah mendekam dalam tahanan Polresta Mamuju untuk mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved