Tribun Makassar

Dinas Pendidikan Sulsel Rencana Naikkan Gaji Guru Honorer, Tapi?

Hal ini kata Kepala BKD Sulsel ini, tentu jauh dari harapan, dan standar Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulsel 2020, sebesar Rp 3.2 juta.

Dinas Pendidikan Sulsel Rencana Naikkan Gaji Guru Honorer, Tapi?
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Ilustrasi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemprov Sulsel melalui Dinas Pendidikan (Disdik) berencana menaikkan insentif guru honorer jenjang SMA sederajat.

Plt Kadis Pendidikan Sulsel, Asri Sahrun mengatakan usulan kenaikan ini dengan alasan kemanusiaan.

Menurut dia, upah yang diberikan kepada Guru honorer saat ini sangat kecil, yakni Rp 10 ribu per jam. Jika dikalkulasikan perbulan, guru honorer hanya bisa mendapatkan upah sekitar Rp 900 ribuan.

Hal ini kata Kepala BKD Sulsel ini, tentu jauh dari harapan, dan standar Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulsel 2020, sebesar Rp 3.2 juta.

Untuk kenaikan rencana ia usulkan Rp 20 ribu perjam, dengan begitu hal ini sudah bersifat adil bagi para guru honorer.

"Kami menganggap insentif yang diberikan selama ini masih cukup kecil. Bayangkan jika guru honorer hanya mengajar 24 jam setiap pekan. Berarti yang diterima selama ini Rp960 ribu. Jauh dari UMP," kata Asri.

Namun terkait dengan kenaikan gaji guru honorer ini, itu membuat dirinya dilema. Pasalnya, untuk memberikan upah yang besar kepada guru honorer lainnya, pihaknya harus merampingkan organisasi atau memutuskan kontrak bagi sebagian guru.

Guru honorer yang akan dihentikan kontraknya kata dia, tentu dia adalah guru yang tidak produktif.

Lebih lanjut, Asri mengaku, jumlah guru honorer yang tercatat di Pemprov Sulsel saat ini sebanyak 9000 orang. Namun yang diback-up melalui APBD hanya sekitar 7000 orang.

"Yang bisa dibackup dari APBD itu 7.000 guru honorer. Itupun masih dengan jumlah (insentif) yang masih terbatas," tambah Asri.

Terpisah, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menekankan, kinerja guru honorer mesti dievaluasi tiap tahun. Dirinya tak ingin, ada tenaga pendidik yang bekerja tidak sesuai target.

"Kita akan evaluasi. Kan bisa saja tidak pernah datang, tapi terima gaji. Guru-guru yang bagus harus diperbaiki dan dipertahankan," Nurdin menambahkan.

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved