Tribun Enrekang

VIDEO: Musik Bambu Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pasui Enrekang Tampil di Gowa

Dengan kemeja batik merah, sejumlah lagu dibawakan diantaranya mars Muhammadiyah, mars Aisyiah, Indonesia Raya dan sejumlah lagu daerah lainnya.

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pasui mewakili PimPinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Enrekang dalam PAmeran Expo tingkat Nasional di Bajeng, Kabupaten Gowa.

Dalam kegiatan itu, Tim kesenian pimpinan Muhammadiyah Pasui menampilkan musik bambu khas Enrekang.

Kelompok musik bambu dari Desa Pasui Kabupaten Enrekang, tampil apik dan sukses memukau penonton.

Dengan kemeja batik merah, sejumlah lagu dibawakan diantaranya mars Muhammadiyah, mars Aisyiah, Indonesia Raya dan sejumlah lagu daerah lainnya.

Bermodalkan bambu yang dibentuk sebagai alat musik, alunan musik kelompok tersebut terdengar merdu.

Kelompok musik bambu ini dibentuk atas inisiatif anggotanya untuk melestarikan musik bambu yang hampir punah di zaman modern ini.

Menurut Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pasui, Irvan Sira, dalam kegiatan itu pihaknya membawa tim meliputi seluruh aspek diminta panitia, produk UMKM, tim kesenian, dakwah dan pendidikan.

Dengan jumlag keseluruhan personel sekitar 70 orang untuk memeriahkan event nasional itu.

"Kami mempersiapkan jauh sebelumnya sehingga dapat terkoordinir dengan baik, Alhamdulillah dukungan masyarakat dan pemerintah cukup bagus," kata Irvan dalam rilisnya pada TribunEnrekang.com, Minggu (1/12/2019).

Ia menjelaskan, pihaknya sengaja membawah tim musik bambu agar memperkenalkan kesenian khas Enrekang itu.

"Sehingga Ia optimis bisa mempersembahkan yang terbaik untuk daerah Enrekang yang kita cintai bersama, lebih khusus warga Muhammadiyah Enrekang di pentas nasional ini," ujarnya.

Sementara dalam acara itu, Ketua PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir berpesan agar cabang dan ranting harus mampu menjadi benteng bagi umat yang sedang mengalami cepatnya perubahan sosial.

Sampai ke akar rumput, perubahan yang disebabkan oleh media sosial dan digitalisasi yang mencerabut masyarakat begitu cepat dan tanpa batas.

Untuk itu, sebagai harokahtul Islam yang membawa misi dakwah dan tajdid, harus tetap memberi guiden atau bimbingan agar masyarakat tetap memiliki makna hidup.

"Sehingga perubahan sosial ini tidak mencerabut akar mereka dari kehidupan sejatinya," katanya.

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved