Krisis ASN di Kelurahan
Iqbal Suhaeb Akui Makassar Krisis ASN di Kelurahan Hingga Ada Program Kelurahan Tidak Aktif
Minimnya ASN atau pegawai negeri sipil (PNS) di kantor kelurahan membuat program di level terdepan dalam pelayanan masyarakat ini terganggu.
Penulis: Abdul Azis | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sedang dilanda krisis aparatur sipil negara (ASN) di kelurahan.
Kebanyakan kantor lurah di Makassar diisi kepala kelurahan dan honorer. Bahkan tidak sedikit minim sekretaris lurah atau seklur.
Minimnya ASN atau pegawai negeri sipil (PNS) di kantor kelurahan membuat program di level terdepan dalam pelayanan masyarakat ini terbatas.
Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar Muh Iqbal Suhaeb mengakui hal itu. Bahkan program di kelurahan tidak jalan karena lurahnya tak pro-aktif.
"Kita memang kekurangan ASN di kelurahan. Memang penerimaan ASN tidak ada, masalah lain adalah penerimaan ASN itu adalah golongan III," katanya.
Iqbal mengakui susah mencari ASN untuk ditempatkan di kelurahan lantaran setelah tamat dari IPDN itu langsung golongan III. Stok ASN garda terdepan dalam pelayanan kurang.
"Masa staf lebih tinggi pangkatnya daripada Lurah-nya, inilah menjadi persoalan. Sebenarnya bisa saja ASN-ASN yang ada dinas-dinas kita arahkan ke kelurahan, tapi masalahnya pangkatnya lebih tinggi daripada lurah karena kita tidak pernah lagi menerima golongan II," katanya. (*)
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/paripurna-rancangan-peraturan-daerah-ranperda-tentang.jpg)