Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Penderita Gangguan Jiwa Toraja

Dinkes Toraja Gelar Pemeriksaan Dini Gangguan Jiwa

Sedikitnya, puluhan penderita gangguan jiwa yang meliputi tiga Kecamatan, Makale, Makale Utara dan Makale mengikuti pemeriksaan.

Penulis: Tommy Paseru | Editor: Syamsul Bahri
Tomy Paseru
Ester (25) penderita kurang waras asal Desa Tilangga', Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja. 

TRIBUNTORAJA.COM,MAKALE-Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Tana Toraja melaksanakan pemeriksaan dini terhadap penderita gangguan jiwa di Panggung Plaza Kolam Makale, Sabtu (30/11/2019) kemarin.

Pemeriksaan itu dilakukan melalui program Deteksi Dini Gangguan Jiwa dan Napza.

Sedikitnya, puluhan penderita gangguan jiwa yang meliputi tiga Kecamatan, Makale, Makale Utara dan Makale mengikuti pemeriksaan.

Salah satunya adalah Ester (25) penderita gangguan jiwa asal Desa Tilangga', Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja.

Putri dari pasangan Agustina Lolo dan Daed Lele itu menderita kelainan jiwa setelah mengalami kecelakaan saat berusia kelas dua SD.

Saat itu, Ester tejatuh sehingga mengakibatkan kepalanya terbentur.

Dari insiden itu, mengakibatkan perubahan yang cukup serius pada diri Ester.

Nampak dari gaya berjalan, gerakan tangan hingga mulut yang selalu menganga mengeluarkan liur menjadi penderitaan Ester hingga saat ini.

Ibu Ester, Agustina Lolo saat ditemui TribunToraja di Panggung Plaza Kolam Makale, merasa senang dengan dilaksanakannya program pemeriksaan ini.

Karena melalui program tersebut, dirinya yang hanya seorang peternak mampu mengobati sedikit penderitaan yang dialami putrinya itu.

Ester (25) Penderita Gangguan Jiwa asal Desa Tilangga', Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja.
Ester (25) Penderita Gangguan Jiwa asal Desa Tilangga', Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja. (Tomy Paseru)

Melalui program tersebut, Agustina berharap Pemda Tana Toraja mengembangkan atau membuat program jangka panjang terkait pemeriksaan terhadap penderita gangguan jiwa.

"Semoga kegiatan seperti ini tidak dilakukan hanya satu kali, tapi ada jangka panjang," kata Agustina.

Karena melalui berbagai kegiatan atau pengobatan yang telah diikuti, Agustina yakin putri ke-empatnya itu pasti akan kembali sembuh.

"Kalau tuhan masi ijinkan, saya yakin dan percaya anak saya akan sembuh," ungkap Agustiana.

Saya, lanjut Agustina, dan bapak penghasilan pas-pasan, untuk biaya terapi Ester sangat berat bagi kami, kami bersyukur dengan dilksanakannya program ini.

Laporan Wartawan : TribunToraja.Com,@b_u_u_r_y

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved