TRIBUN WIKI
Sungai Jeneberang
Sungai Jeneberang adalah sungai yang terletak di wilayah Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
TRIBUNTIMURWIKI.COM- Sungai Jeneberang adalah sungai yang terletak di wilayah Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.
Dilansir dari wikipedia, Sungai Jeneberang memiliki panjang antara 75-80 Km mengalir dari timur ke barat dari Gunung Bawakaraeng dan Gunung Lompobattang menuju ke Selat Makassar.
Daerah Aliran Sungai Jeneberang melintasi 8 kabupaten dan 1 kota yang tersebar di Provinsi Sulawesi Selatan.
Hulu Sungai Jeneberang memiliki tingkat sedimentasi tinggi pascalongsornya kaldera Gunung Bawakaraeng di Tahun 2004.
• Identitas Mayat Terbungkus Seprei di Tepi Sungai Jeneberang Makassar Terungkap, Asal NTT
Geologi
Sungai Jeneberang adalah sungai utama di Daerah Aliran Sungai (DAS).
Jeneberang di lengan selatan Pulau Sulawesi tepatnya di lereng barat dari pegunungan Gunung Lompobattang, sebuah pegunungan api (vulkan) tipe stratovolcano yang sudah istirahat, tipe memiliki struktur batuan yag relatif tidak kompak.
Pada bagian puncak vulkan yang besar ini mempunyai sisa kawah yang masih dapat dikenali.
Kondisi geologi DAS Sungai Jeneberang didominasi oleh endapan aluvium sungai, danau dan pantai disepanjang aliran sungai hingga ke bagian hilir.
Sedangkan jenis batuan yang ada merupakan susunan Formasi Camba yang termasuk batuan sedimen laut dan gunungapi berupa breksi, lahar, tufa dan konglongmerat serta Formasi Lombobattang di bagian hulu sungai.
Hidrologi
Sungai Jeneberang mempunyai Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 860 km2.
Sedangkan luas wilayah sungai mencapai 9.331 km2 dengan potensi air permukaan 13.229 Juta3/tahun dan potensi air tanah 1.504 Juta3/tahun dan potensi air tanah 1.504 Juta3/tahun.
Sungai Jeneberang melintasi Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Selayar dan Kabupaten Sinjai.
Waduk Bili bili, Sulawesi Selatan
Di aliran Sungai Jeneberang terdapat sebuah bendungan yaitu Bendungan Bilibili yang berada di Desa Bili-bili Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.
Bendungan ini merupakan salah satu bendungan yang menjadi pengendali banjir Sungai Jeneberang yang mampu menyediakan air baku sebesar 3300 liter/det dengan luas areal irigasi 24.585 Ha.
Bendungan ini juga memiliki pembangkit tenaga listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas terpasang 20,1 MW.
Bendungan Bilibiliadalah bendungan terbesar di Sulawesi Selatan. Bendungan ini diresmikan Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 1999.
Bendungan dengan luas waduk 40.428 hektare ini dibangun dengan dana pinjaman luar negeri sebesar Rp 780 miliar bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).
Geografi
Sungai ini mengalir di wilayah barat daya pulau Sulawesi yang beriklim muson tropis (kode: Am menurut klasifikasi iklim Köppen-Geiger).
Suhu rata-rata setahun sekitar 25 °C. Bulan terpanas adalah Oktober, dengan suhu rata-rata 28 °C, and terdingin Februari, sekitar 22 °C.
Curah hujan rata-rata tahunan adalah 2750 mm. Bulan dengan curah hujan tertinggi adalah Januari, dengan rata-rata 671 mm, dan yang terendah September, rata-rata 10 mm.
Anak sungai
Beberapa anak sungai yang besar diantaranya:
Sungai Sapaya
Sungai Jenerakikang
Sungai Jajang
Sungai Bengo
Sungai Lebong
Sungai Kausisi
Sungai Manapa
Bendungan Bili-bili
Tentang Jeneberang:
Nama: Sungai Jeneberang
Lokasi Negara: Indonesia
Provinsi: Sulawesi Selatan
Ciri-ciri fisik:
Hulu sungai: Gunung Bawakaraeng
- elevasi: 2.833 m (9 ft 3.5 in) dpl
Muara sungai: Selat Makassar
Panjang 80 km (50 mi)
Ukuran cekungan DAS: 860 km2 (330 sq mi)
Informasi lokal
Zona waktu: WITA (UTC+8)
GeoNames: 1649057
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sungai-jeneberang-adalah-sungai-yang-terletak-di-wilayah-provinsi-sulawesi-selatan-indonesia.jpg)