Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Warganya Mengidap Kanker Mata, Kades Borikamase Maros Galang Donasi

Warganya Mengidap Kanker Mata, Kades Borikamase Maros Galang Donasi untuk membantu Syamsir (5).

Penulis: Amiruddin | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/AMIRUDDIN
Kepala Desa Borikamase Maros, Aswin 

TRIBUN-MAROS.COM, MAROS BARU - Kepala Desa Borikamase, Aswin, mengatakan pihaknya tengah menggalang donasi untuk membantu Syamsir (5).

Syamsir merupakan bocah pengidap retinablastoma, atau kanker mata stadium tiga.

Syamsir putra pasangan Basri (31) dan Risma (29).

Syamsir (5) bersama ayahnya, Basri (31).
Syamsir (5) bersama ayahnya, Basri (31). (amiruddin/tribun-timur.com)

Ia warga Dusun Tebbang'e, Desa Borikamase, Kecamatan Maros Baru, Maros.

VIDEO: Begini Kondisi Bocah Pengidap Kanker Mata di Maros, Butuh Bantuan Donatur

Syamsir, Bocah Pengidap Kanker Mata di Maros Butuh Bantuan, Sedih Ditinggal Ibunya

"Kami dari Pemerintah Desa Borikamase, tengah menggalang dana, buat pengobatan adik Syamsir," kata Aswin, kepada tribun-maros.com, Sabtu (16/11/2019).

Aswin mengaku, pihaknya juga telah mendatangi langsung rumah bocah tersebut.

Termasuk Camat Maros Baru, Andi Zulkifli beserta stafnya, sudah turun langsung melihat kondisi Syamsir.

Pihak Pemerintah Kecamatan Maros Baru, kata dia, juga tengah menggalang donasi buat Syamsir.

"Diinisiasi Pak Camat Maros Baru penggalangan donasi mulai dilakukan. Termasuk ke desa dan dusun lainnya di Maros Baru," ujarnya.

Kepala Desa Borikamase Maros, Aswin
Kepala Desa Borikamase Maros, Aswin (TRIBUN TIMUR/AMIRUDDIN)

Aswin juga berharap, ada donatur yang bersedia meringankan beban Basri dalam pengobatan putranya tersebut.

Apalagi dalam waktu dekat, Syamsir kembali bakal dioperasi kedua kalinya.

"Ada beberapa obat yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan, makanya adik Syamsir ini sangat membutuhkan bantuan dari donatur," tuturnya.

Sementara ayah Syamsir, Basri (31), mengaku selama pengobatan, ia telah mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk kesembuhan putranya itu.

Kalung emas, tabungan, bahkan hasil jerih payahnya selama merantau di Papua, juga telah habis.

"Tidak tahu bagaimana lagi ke depannya, tabungan juga sudah habis. Semoga segera ada jalan, agar Syamsir bisa dioperasi dan kemoterapi lagi," ujar Basri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved