Dialog Publik, Pengamat Politik Unibos Sebut Indah Putri Indriani Masih Berkasus
Hanya saja, kata Arif, pemerintah tak fokus mengelola potensi terkandung didalamnya.
Penulis: Abdul Azis | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Pengamat Politik Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Arif Wicaksono, menilai Luwu Utara kaya akan alamnya.
Hanya saja, kata Arif, pemerintah tak fokus mengelola potensi terkandung didalamnya.
Hal tersebut diungkapkan Dosen Unibos ini dalam diskusi bertemakan 'AAR Mengejar, Petahana Terancam' di Warkop Cappo, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Sabtu (16/11/2019).
• VIDEO: Nonton Yuk, Mapasilaga Tedong di Landung Dou Luwu Utara
• Krisdayanti Panik dan Histeris Soal Raul Lemos Mau Nikah Lagi, Eks Anang Hermansyah Ancam Gini
AAR adalah akronim nama Andi Abdullah Rahim, salah satu bakal calon Bupati Luwu Utara pada Pilkada serentak 2020.
"Ngeri juga temanya, apalagi petahana Ibu Indah Putri Indriani (Bupati Luwu Utara) masih tersandung kasus pembangunan pembangkit," kata Arif, Sabtu (16/11/2019).
Arif menyebut keharmonisasian Bupati dan Wakil Bupati Luwu Utara Muh Thahar Rum juga sudah tak terlihat pascaditetapkan sebagai pemenang Pilkada Luwu Utara lalu.
• VIDEO: Nonton Yuk, Mapasilaga Tedong di Landung Dou Luwu Utara
• Krisdayanti Panik dan Histeris Soal Raul Lemos Mau Nikah Lagi, Eks Anang Hermansyah Ancam Gini
"Ada banyak hal yang muncul setelah itu, ada rumor bupati Indah mulai pecah kongsi dengan Rum dan pembangunan tidak berjalan sesuai harapan masyarakat," tegas Arif.
Direktur Serum Institute Andries Riesfandhy menambahkan, munculnya sosok Abdullah Rahim menjadi ancaman bagi petahana di Luwu Utara.
"AAR pernah maju dengan suara yang signifikan melawan Ibu Indah dan Thahar Rum. Kemungkinan besar terjadi head to head di Luwu Utara," katanya.
"Pak ARR sudah punya track record melawan Ibu Indah. AAR sangat paham apa yang akan dilakukan," katanya. (*)
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur: