ASN Kemenag Kumpul Lagi di Makassar, OSKI Diikuti 646 Peserta, Wali Kota Sebut Lembah Kematian Riset

Kementerian agama (kemenag) paling banyak menyediakan lowongan CPNS. Dalam penerimaan CPNS tahun 2019 ini, kemenag menyiapkan 5.815 kuota.

ASN Kemenag Kumpul Lagi di Makassar, OSKI Diikuti 646 Peserta, Wali Kota Sebut Lembah Kematian Riset
Kasubag Humas Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Solla Taufiq
Panitia merapikan berkas peserta Olimpiade Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OSKI) 2019 di Hotel The Rinra, Makassar, Kamis (14/11/2019) sore. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ratusan pegawai Kementerian Agama (Kemenag) RI kumpul lagi di Makassar, Kamis-Sabtu (14-16/11/2019). Kali ini, mereka menghadiri Olimpiade Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OSKI) 2019.

Bulan lalu, ribuan ASN Kemenag RI menghadiri Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam 2019 (Pentas PAI 2019).  Pentas PAI IX digelar di Asrama Haji Sudiang, 9-14 Oktober 2019 itu, dibuka Menteri Agama Lukma Hakim Syaifuddin dan diikuti 1.054 peserta disertai 272 pendamping.

Kementerian agama (kemenag) paling banyak menyediakan lowongan dalam seleksi CPNS 2019 ini. Proses Pendaftaran CPNS 2019  sementara berlangsung. Di hari ke-4, pendaftar sudah mencapai 1,7 juta lebih irang). Dalam penerimaan CPNS 2019 ini, kemenag menyiapkan 5.815 kuota.

Formasi kemenag terbagi enam kategori jabatan, yakni guru, dosen, penghulu, jabatan fungsional, penyuluh agama, dan pelaksana.

Makassar dipercaya menjadi menjadi tuan rumah perhelatan nasional Kemenag RI lagi. Olimpiade Sains & Teknologi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OSKI) 2019 dibuka Penjabat Wali Kota Makassar, M Iqbal Samad Suhaeb, di Baruga Angin Mammiri, Kamis (14/11/2019) malam.

Penjabat Wali Kota Makassar M Iqbal Samad Suhaeb membuka Olimpiade Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OSKI) 2019 di Baruga Angin Mammiri, Makassar, Kamis (14/11/2019) malam.
Penjabat Wali Kota Makassar M Iqbal Samad Suhaeb membuka Olimpiade Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OSKI) 2019 di Baruga Angin Mammiri, Makassar, Kamis (14/11/2019) malam. (Kasubag Humas Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Solla Taufiq)

Iqbal Samad menyinggung hasil riset dan penelitian di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di bawah naungan kemenag jangan sampai berakhir di lembah kematian.

Menurut Iqbal Samad, hasil penelitian yang telah mencapai tingkat temuan teknologi atau Technology Readiness Level (TRL) harus masuk ke level Manufacturing Readiness Level (MRL) dan akhirnya masuk level komersial atau Commercial Readiness Level (CRL).

Tetapi sayangnya banyak penelitian dari kampus berakhir di tingkat ilmiah saja, tidak mencapai tahap produksi komersial.

"Di UIN pastinya banyak hasil penelitian bermutu, buktinya profesornya sudah banyak. Saya berharap hasil-hasil itu dapat berujung sesuatu yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat," jelas Iqbal Samad Suhaeb.

Iqbal Samad berharap akademisi tidak cepat puas dengan gelar profesor yang didapat setelah penelitian. Tetapi hasil-hasil penelitian itu harus terus dilanjutkan sehingga dapat berkorelasi langsung dengan hajat hidup orang banyak.

Halaman
12
Penulis: AS Kambie
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved