Dalami Dugaan Pidana Aliran Sesat di Mamuju, Kombes Heri: Enak Sekali Masang Tarif Masuk Surga

Kombes Heri mengaku pihaknya menunggu jadwal rapat koordinasi dari Kejaksaan sebagai leading sektor utama Tim Pengawasan Terhadap Aliran Sesat

Dalami Dugaan Pidana Aliran Sesat di Mamuju, Kombes Heri: Enak Sekali Masang Tarif Masuk Surga
voa-islam.com
ilustrasi

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Polda Sulbar terus dalami indikasi penyebaran dugaan aliran sesat di Kabupaten Mamuju dengan melakukan koordinasi intensif dengan MUI, Kemenag dan Kejaksaan.

Meski sudah ada pembelaan yang dilakukan oleh salah satu pengikut. Namun kata Direktur Intelkam Polda Sulbar, Kombes Pol Heri Susanto, pihaknya tetap mendalami soal indikasi pidana dugaan.

Pasalnya, lanjut dia, aliran kepercayaan ini diduga pernah bermasalah di Bontang, Kalimantan Timur.

Video Durasi 30 Detik, Polisi Duel 2 Anggota TNI di Tengah Jalan, Warga Menonton, Begini Akhirnya?

"Sumber mengatakan dia memang dari Bontang. Enak sekali masang tarif masuk surga. Kita komunikasikan dulu dengan penyidik soal dugaan pidananya adakah memang mengarah ke aliran sesat itu," kata Kombes Pol Heri Susanto via telepon.

Kombes Heri mengaku pihaknya menunggu jadwal rapat koordinasi dari Kejaksaan sebagai leading sektor utama Tim Pengawasan Terhadap Aliran Sesat dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem).

Pakem beranggotakan pejabat Kejaksaan Negeri, MUI, Kemenag dan FKUB.

Tanpa Dutra dan Hansamu Yama, Pelatih Persebaya Tetap Optimis Kalahkan PSM Makassar

"Kami sudah meminta keterangan dari beberapa pengikut pengajian ini namun baru sebatas pengumpulan bahan dan keterangan,"katanya.

Pihakhya, kata dia, menunggu bagaimana kesimpulan Tim Pakem terkait keberadaan aliran ini.

"Kita sudah tembuskan surat ke Kemenag agar mewaspadai ajaran ini,"ucapnya.

Ormas di Banten Polisikan Atta Halilintar, Kasus Dugaan Penistaan Agama: Lecehkan Gerakan Salat

Ketua MUI Mamuju KH Namru Abdar mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke tokoh masyarakat di Mamuju agar pengajian yang dipimpin oleh Abdul Rasyid asal Bontang ini diwaspadai.

Halaman
1234
Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved