Diduga Arus Pendek Listrik, Satu Rumah di Bantaeng Ludes Terbakar
Kebakaran kali ini terjadi di Kampung Cabodo, Kelurahan Bontosunggu, Kecamatan Bissappu, Senin (11/11/2019) sekitar pukul 02.13 wita.
Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Sudirman
TRIBUNBANTAENG.COM, BISSAPPU - Kebakaran kembali melanda pemukiman warga di Kabupaten Bantaeng.
Kebakaran kali ini terjadi di Kampung Cabodo, Kelurahan Bontosunggu, Kecamatan Bissappu, Senin (11/11/2019) sekitar pukul 02.13 wita.
Diketahui, rumah yang terbakar yakni milik almarhum H Colli.
• Bone Dapat 153 Kouta CPNS 2019, Cek di Sini
• Ayah Mulan Jameela Istri Ahmad Dhani Bukan Orang Sembarang, Pernah Terima Penghargaan Presiden
• Pilkada Maros, Suhartina Bohari Juga Incar Rekomendasi di PPP Maros
Untuk padamkan api, dua armada Damkar Bantaeng diterjungkan dilokasi kebakaran.
Hal tersebut diungkapkan Kasi Ops Damkar Bantaeng Irfan Nurmin ke wartawan Tribun.
"Dua unit armada Damkar Bantaeng dikerahkan, dan 15 personel yang dipimpin Danru dua Ilham Untung," kata Irfan Nurmin.
Irfan menjelaskan, api berhasil dipadamkan beberapa saat setelah mobil Damkar Bantaeng tiba dilokasi kejadian.
Lanjut Irfan, kebakaran yang hanguskan sebuah rumah ini diduga arus pendek listrik.
"Menurut keterangan warga, kebakaran dipicu arus pendek listik," pungkasnya.
Curhat Anggota Damkar Bantaeng, 12 Tahun Mengabdi Berharap Diangkat Jadi ASN
Cita-cita menjadi pegawai negeri sipil atau ASN bisa menjadi keinginan semua orang dalam mengabdi kepada negara.
Termasuk anggota Damkar Bantaeng yang telah lama mengabdi namun masih status kontrak yang dulu dikenal honorer.
Bahkan ada yang capai 12 tahun mengabdikan diri membantu masyarakat yang terkena bencana.
• Bone Dapat 153 Kouta CPNS 2019, Cek di Sini
• Ayah Mulan Jameela Istri Ahmad Dhani Bukan Orang Sembarang, Pernah Terima Penghargaan Presiden
• Pilkada Maros, Suhartina Bohari Juga Incar Rekomendasi di PPP Maros
Harapan atas terbukannya seleksi CPNS 2019 tentu menjadi angin segar buat mereka.
"Khususnya masalah pengangkatan PNS yang akan dibuka bulan ini minimal P3K kasian kami," kata anggota Damkar Bantaeng, Basir, Jumat (8/11/2019) siang.
"Aga apa yang kami harapkan untuk hidup yang lebih baik bagi keluarga kami, pengabdian teman-teman kami bahkan sudah ada sampai 12 tahun," pungkasnya.
Meski demikian nasib mereka apakah diangkat jadi CPNS atau P3K masih belum jelas.
Iapun berharap pengangkatan CPNS 2019 dapat diperioritaskan untuk anggota Damkar karena mereka juga butuh perubahan untuk diri istri dan anak-anaknya.
"Selama ini pengabdian kami ke Pemda lebih dari cukup, kami mohon kepada Pemda dan pusat agar nasib Damkar lebih diperhatikan," harap anggota damkar lainnya Hasruddin.
Kasi Obs Damkar Bantaeng, Irfan Nurmin menjelaskan dulu anggotanya ada berstatus honorer dan diubah jadi status kontrak.
"Setiap akhir tahun SK mereka diperbaharui, sistem pengajian setiap bulan, ada gaji 600 ribu, Rp 1 juta hingga Rp 1,3 juta, mereka digaji sistem senior, siapa yang terlama pengabdiannya maka gaji lebih tinggi," kata Irfan saat dikonfirmasi.
Tercatat Jumlah anggota Damkar Bantaeng yakni 120 orang.
"Damkar ada 3 regu masing-masing regu kerja 24 jam, oplos 2 hari cela, baru jaga kembali. Dalam seminggu 4 kali jaga, kerjanya 24 jam," tuturnya.
Sementara anggota Damkar Bantaeng yang telah berstatus PNS baru 7 orang. Masing-masing Danru 3, kasi 3, kabid 1 orang. (TribunBantaeng.com)
Laporan Wartawan TribunBantaeng.com @ikbalnurkarim
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/anggota-damkar-bantaeng-padamkan-api-di-kampung-cabodo.jpg)