Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ketua DPD I AMPI Sulsel Dorong Pembentukan Luwu Tengah

Alif Raja konsen pada pembentukan Kabupaten Luwu tengah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di Walenrang Lamasi (Walmas).

Penulis: Desy Arsyad | Editor: Imam Wahyudi
desy arsyad/tribunluwu.com
Ketua DPD I AMPI Sulawesi Selatan, Aksara Alif Raja, dorong DPP Golkar untuk pendampingan politik pembentukan Luwu Tengah, Provinsi Sulawesi Selatan, saat Rakernas dan Rapimnas AMPI di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Jumat (8/11/2019). 

Sekedar diketahui, Rapimnas ini berlangsung pada 7 hingga 9 November mendatang.

Penumpang Sriwijaya Air Ngamuk di Bandara Sultan Hasanuddin, Berujung Damai?

Ketua AMPI Sulsel Aksara Alif Raja: Pemuda Peduli Lingkungan Itu Keren!

Faisal
Pengurus AMPI Sulsel
Melaporkan dari Kota Makassar

Ketua DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sulawesi Selatan Aksara Alif Raja mengatakan, indikator kualitas kepemudaan kita adalah ketika pemuda tu punya manfaat untuk alam dan ummat.

Pemuda perusak lingkungan ada pemuda yang biadab karena tak peduli terhadap masa depan bersama.

Peduli terhadap lingkungan adalah bagian dari pengabdian.

Beberapa poin tersebut disampaikan Aksara saat tampil sebagai salah satu pembicara pada diskusi di Baruga Anging Mammiri, Kota Makassar, Minggu (27/10/2019) jelang sore.

“Pemuda keren itu adalah pemuda yang peduli lingkungan,” pesan Aksara.

Salah satu ciri pemuda yang peduli lingkungan, katanya, adalah mereka yang tak lagi selalu gunakan plastik sekali pakai.

Hasil MotoGP Australia: Marquez Catatkan Rekor Baru, Vinales Terjatuh, Dovizioso Segel Posisi Kedua

VIDEO: Tangis Keluarga Pecah Saat Jenazah Rizal Korban Penembakan KKB Tiba di Jeneponto

Sebab kini lingkungan kita terancam dengan sampah plastik yang tak terkendalikan.

“Gambaran efek dari akumulasi plastik adalah gambaran kengerian masa depan,” katanya.

Lebih lanjut, Alif menegaskan bahwa kesadaran pemuda untuk peduli lingkungan perlu dibangkitkan.

Hal senada juga disampaikan oleh budayawan Yudistira Sukatanya. 

Menurutnya, persoalan sampah adalah persoalan krisis kebudayaan.

“Kebudayaan itu adalah produk ide manusia yang harus dipraktikkan. Ketika tidak dipraktikkan, ketika itu pula budaya itu sudah hilang," pesan Yudistira.

Diskusi tersebut juga melahirkan kesepakatan pemuda untuk mendeklarasikan Pemuda Tanpa Plastik di Anjungan Toraja-Mandar Losari.

Kegiatan ini bagian dari peringatan Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober.

Miris, Tak Sanggup Beli Batik, Siswi SMPN 40 Makassar Ini Putus Sekolah

Guy Junior Striker PSM Makassar Butuh Waktu 7 Pekan

Sampah Plastik

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved