Gubernur Harap Pemkab Mamasa Kembangkan Potensi Wisata dan Kebudayaan
"Pemkab harus terus menjejaki potensi budaya dan pariwisata yang perlu untuk dikembangkan," ujar Ali Baal Masdar
Penulis: Nurhadi | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, berharap Pemerintah Kabupaten Mamasa tetap mengembangkan potensi pariwisata dan kebudayaan.
"Pemkab harus terus menjejaki potensi budaya dan pariwisata yang perlu untuk dikembangkan," ujar Ali Baal Masdar, usai ramah tamah di Aula Hotel Matana 2 Mamasa, Rabu (6/11/2019) malam.
Kata Ali Baal, masyarakat Mamasa harus bangga dengan kebudayaan yang dimiliki.
"Jangan bangga dengan model orang barat seperti celana robek-robek,"ucap mantan Bupati Polman itu.
• Hari Ini Ada Pemadaman Listrik di Wilayah Tana Toraja, Ini Lokasinya
• Bukan Ronaldo, Tapi Douglas Costa Jadi Pahlawan Juventus di Liga Champions
• VIDEO: Persembahan Musik Pompang Sanggar Wai Sapalelean Mamasa
Menurut, banyak kebudayaan di Mamasa yang bisa terus dilestarikan. Misalnya tenunan sambuk Mamasa.
"Harus kita perkenalkan tarus sehingga bisa masuk sebagai warisan kebudayaan dunia oleh Unesco,"katanya.
Tak hanya itu, banyak tarian-tarian adat Mamasa yang harus terus dirawat dan dikembangkan karena tak ada di daerah lain.
"Seperti misalnya musik-musik bambu tadi. Itu tidak ada di daerah lain. Pak Wakajati saja mengaku bangga melihat penampilan musik bambu tadi,"ujarnya.
Apalagi, Mamasa merupakan salah satu daerah locus pengembangan budaya dan pariwisata di Provinsi Sulawesi Barat.
Ali Baal mengaku bangga dengan perkembangan Mamasa sajauh ini.
Sudah mulai menata kebersihan, dan hal tersebut harus dipertahankan untuk mendukung keindahan daerah.
"Ciptakan Mamasa menjadi daerah sejuk aman dan indah. Kita harus berpikir mulai dari sekarang,"ucapnya.
• Hari Ini Ada Pemadaman Listrik di Wilayah Tana Toraja, Ini Lokasinya
• Bukan Ronaldo, Tapi Douglas Costa Jadi Pahlawan Juventus di Liga Champions
• VIDEO: Persembahan Musik Pompang Sanggar Wai Sapalelean Mamasa
Ia berharap Pemkab Mamasa terus menjejaki potensi budaya dan pariwisata harus perlu untuk dikembangkan.
Setelah ada kemudian ditetapkan sebagai icon pengembangan pariwisata.
"Apakah di daerah Sumarorong, Mamasa atau Mambi. Pana atau daerah yang lainnya karena disini memang banyak obyek wisata termasuk taman wisata Gandang Dewata,"katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ali-baal-masdar-diwawancarai-wartawan-usai-acara-malam-ramah-tamah.jpg)