Kunjungan ke Mamasa, Gubernur Sulbar Dialog dengan Warga

Dalam lawatannya ke Bumi Kandosapata julukan Kabupaten Mamasa, Gubernur Ali Baal Masdar mengawali kunjunganya di Kecamatan Mambi.

Kunjungan ke Mamasa, Gubernur Sulbar Dialog dengan Warga
nurhadi/tribunmamuju.com
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar didampingi Bupati Mamasa Ramlan Nadawi dan para pimpinan OPD dan Forkopimda dialog dengan masyarakat Kecamatan Mambi di halaman Masjid Raya Nurul Ihsan Mambi (nurhadi/tribun) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar bersama jajaran Forkopimda dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kunjungan ke Kabupaten Mamasa, Rabu (6/11/2019).

Dalam lawatannya ke Bumi Kandosapata julukan Kabupaten Mamasa, Gubernur Ali Baal Masdar mengawali kunjunganya di Kecamatan Mambi.

Kunjungan Ali Baal tersebut dalam rangka melihat perkembangan atau progres pembangunan daerah hingga akhir tahun 2019.

Disana, gubernur melakukan dialog dengan warga, para tokoh masyarakat, tokoh agama dan sejumlah kepala desa serta guru-guru untuk mendengarkan aspirasi atau keluhan mereka.

Begini Pengakuan Ketiga Istri Lora Fadil? Anggota DPR RI Poligami dan Alasan Bersedia Dimadu?

Prediksi Susunan Pemain Line Up Persib Bandung vs PSIS Semarang Live Indosiar Jam 18.00

Jumlah Pelanggaran Lalu Lintas Menurun Selama Operasi Zebra di Pangkep, Bandingkan 2018

Imam Masjid Raya Nurul Ihsan Kecamatan Mambi Ruslan Badaruddin menyampaikan agar gubernur ikut memperhatikan insentif para petugas syara dan petugas rumah ibadan lainnya di Mamasa.

Sementara Kades Salumaka Armad D menyampaikan keluhan masyarakatnya kepada orang nomor satu di Sulawesi Barat, terkait pemukiman mereka yang terlalu diapit oleh kawasan kehutanan lindung.

"Kami berharap permasalah yang dialami masyarakat ini dapat diselesaikan, karena terlalu diapit oleh kawasan kehutanan dan membuat masyarakat kami tidak mampu berbuat apa-apa karena tidak dapat mengelola kawasan,"kata Kades Salumaka Arman.

Sementara itu seorang guru SMA Mehalaan Mambi Nasmawati pun berharap, kendala yang dialami sekolah tempat ia mengajar dapat diselesaikan oleh pemerintah.

Misalnya kata dia, kendala keterbatasan fasilitas komputer dapat yang dialami selama ini.

"Kami sangat terkendala kendala. Kami sudah tiga kali ujian nasional dan selalu menumpang di sekolah lain.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved