PERINGATAN DINI BMKG! Daerah Ini Diprediksi Cuaca Ekstrem, Hujan Petir dan Angin Kencang, Makassar?
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini di sejumlah provinsi di Indonesia besok, Rabu (6/11/2019).
Penulis: Ina Maharani | Editor: Ina Maharani
TRIBUN-TIMUR.COM - Makassar sudah mulai turun hujan merata.
Namun di sejumlah wilayah di Indonesia, ancamannya adalah potensi hujan petir dan angin kencang,
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini di sejumlah provinsi di Indonesia besok, Rabu (6/11/2019).
Peringatan dini tersebut disampaikan pada situs resmi BMKG, bmkg.go.id.
Rabu, (6/11/2019), terdapat empat provinsi yang berpotensi hujan petir dan angin kencang.
Secara keseluruhan, ada 13 provinsi yang mendapat peringatan dini.
Sejumlah provinsi lainnya berpotensi angin kencang, gelombang tinggi, dan kebakaran hutan atau lahan.
Berikut daftar peringatan dini BMKG besok Rabu, 6 November 2019, dilansir bmkg.go.id :
Wilayah berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang :
1. Bangka Belitung
Bangka Barat
Bangka
Pangkalpinang
2. Jambi
Tanjung Jabung Timur
Tanjung Jabung Barat
Muaro Jambi
3. Riau
Rokan Hilir
Bengkalis
4. Sulawesi Tengah
Donggala
Palu
Sigi
Parimo
Poso
Touna
Tolitoli
Buol
Morowali
Morowali Utara
Banggai
Banggai Laut
Banggai Kepulauan
Wilayah berpotensi angin kencang :
1. Banten
Cilegon
Pandeglang bagian Barat
Pandeglang bagian Selatan
Lebak bagian Selatan
2. Nusa Tenggara Timur
Perairan NTT bagian Selatan
Perairan NTT bagian Barat
3. Sulawesi Barat (kec. 40 km/jam)
Mamuju
Majene
Wilayah berpotensi gelombang tinggi :
1. Bali (2 meter atau lebih)
Perairan Selatan Bali
2. Banten
Samudera Hindia Selatan Banten
3. Nusa Tenggara Timur
Perairan NTT bagian Selatan
Perairan NTT bagian Barat
Wilayah berpotensi kebakaran hutan atau lahan :
1. Kalimantan Selatan
2. Kalimantan Tengah
3. Maluku
Maluku Barat Daya
Kepulauan Tanimbar
4. Nusa Tenggara Timur
5. Sumatera Selatan
OKI
Ogan Ilir
Banyuasin
Muara Enim
Kondisi Makassar
Hujan disertai angin kencang terpa wilayah Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (05/11/2019).
Kepala Stasiun Klimatologi Maros Hartanto mengatakan, hujan turun intesitasnya mencapai 51 mm.
"Curah hujan tadi di Makassar mencapai 51 mm. Itu termasuk kategori lebat," kata Hartanto.
Tak hanya melanda Makassar, beberapa daerah tetangga seperti Kabupaten Maros dan Gowa juga diguyur hujan. Meski durasinya tidak berlangsung lama.
Hartanto menyampaikan, munculnya hujan ini sebagai pertanda wilayah Sulsel telah memasuki musim pancaroba, atau biasa disebut peralihan musim kemarau menuju musim hujan.
Musim hujan diprakirakan pada pertengahan akhir November.
Untuk saat ini, masih berpotensi hujan lokal yang disertai petir/kilat.
"Ciri ciri di musim peralihan ada jeda potensi hujan. Jadi kemungkinan ke depan masih jeda untuk 2 - 3 hari kedepan, baru kembali turun hujan," paparnya.
Meski demikian, Hartanto mengimbau kepada masyarakat waspada cuaca ekstrim di musim peralihan ini.
Pada musim peralihan berpotensi terjadinya banjir, dan pohon tumbang akibat angin kencang.
Dia juga meminta masyarakat melakukan perbaikan saluran drainase, dan pemeliharaan pohon pohon yang rawan tumbang/patah dahan.
" Waspada dampak potensi cuaca ekstrim seperti hujan lebat, angin kencang dan petir," imbauanya.
Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Hujan dan Angin Kencang Landa Makassar dan Gowa, BMKG: Waspada Banjir dan Pohon Tumbang, https://makassar.tribunnews.com/2019/11/05/hujan-dan-angin-kencang-landa-makassar-dan-gowa-bmkg-waspada-banjir-dan-pohon-tumbang.
Penulis: Hasan Basri
Editor: Sudirman
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BMKG: Peringatan Dini Besok Rabu 6 November 2019, Wilayah Berpotensi Hujan Petir dan Angin Kencang, https://www.tribunnews.com/nasional/2019/11/05/bmkg-peringatan-dini-besok-rabu-6-november-2019-wilayah-berpotensi-hujan-petir-dan-angin-kencang?page=all.
Penulis: Citra Agusta Putri Anastasia
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hujan-deras-di-makassar-selasa-5112019.jpg)