Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Perekonomian Provinsi Sulbar Triwulan III 2019 Alami Perlambatan

Jika dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2018, ekonomi Sulawesi Barat triwulan III 2019 mengalami pertumbuhan 4,67 persen.

Tayang:
Penulis: Nurhadi | Editor: Ansar
nurhadi/tribunmamuju.com
BPS Sulbar rilis perkembangan perekonomian triwulan III 2019 di Aula Kantor BPS Jl Marthadinata Mamuju.(nurhaditribun) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Progres pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Barat cenderung mengalami pertalambatan.

Data yang rilis oleh BPS, capaian ekonomi Sulawesi Barat triwulan III 2019 yang diukur berdasarkan Produk Domestij Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku hanya mencapai Rp 11,95 triliun.

Sedangkan berdasarkan harga konstan 2010 mencapai Rp 8,44 triliun.

Jika dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2018, ekonomi Sulawesi Barat triwulan III 2019 mengalami pertumbuhan 4,67 persen.

Seri 3 Liga 1 Putri, PSM Makassar 3 Kali Kalah Berturut-turut

Mengenal Chef Antok yang Viral karena Masak dengan Gaya Barbar hingga Dikomentari Anak Presiden

 Kurang dari 15 Menit, 110 % NUP Kluster Somba Opu Anging Mammiri Residence Ludes

Menurut lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi sebesar 13,70 persen pada lapangan usaha informasi dan komunikasi.

Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi Lembaga Non Profit Melayani Rumah Tangga (LNPRT) sebesar 8,52 persen.

Secara (q to q) mengalami pertumbuhan 6,14 persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertanahan dan jaminan sosial wajib sebesar 43,43 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 37,32 persen.

Secara kumulatif dari triwulan I hingga triwulan III tahun 2019 jika dibandingkan dengan kondisi sama tahun sebumnya, ekonomi Sulbar tumbuh hingga 4,89 persen.

Dari sisi lapangan usaha pertumbuhan tertinggi pertumbuhan tertinggi ada di bidang informasi dan komunikasi sebesar 12,10 persen.

Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi adalah komponen pengeluaran konsumsi LNPRT sebesar 11,21 persen.

Seri 3 Liga 1 Putri, PSM Makassar 3 Kali Kalah Berturut-turut

Mengenal Chef Antok yang Viral karena Masak dengan Gaya Barbar hingga Dikomentari Anak Presiden

 Kurang dari 15 Menit, 110 % NUP Kluster Somba Opu Anging Mammiri Residence Ludes

"Pertumbuhan ekonomi kita di Sulbar terjadi perlambatan, di triwulan II yang lalu kita sebesar 4,97 persen nah di triwulan III ini untuk (y on y) 4,67 persen.

Artinya kita tetap tumbuh tapi lebih lambat dibanding kondisi triwulan II,"kata Win Rizal di kantor BPS Jl Marthadinata Mamuju, Selasa (5/11/2019).

Menurutnya, hal ini perlu diantisipasi karena angkat tersebut merupakan gambaran prediksi pertumbuhan ekonomi Sulbar tahun 2019.

"Artinya kalau ini tidak berubahan atau upaya yang dilakukan tidak maksimal, yah pertumbuhan kita hanya akan dikisaran itu saja,"ujarnya.

Menurutnya, pemerintah seharusnya tidak selalu mengandalkan sektor pertanian. Namun harus mulai mengatur starategi untuk fokus pada sektor di luar pertanian.

"Misalnya industri, dimana-mana, salah satu upaya untuk lebih mempercepat pertumbuhan adalah sektor industri.

Sementara kalau kita lihat tadi, triwulan III justru industri malah kontraksi. Ini artinya sangat penting untuk diwaspadai,"kata dia.

Dikatakan, untuk skala regional Sulawesi Maluku Papua, pertumbuhan ekonomi wilayah yang tertinggi pada triwulan III 2019 (q to q) terjadi di Papua sebesar 13,90 persen.

Secara (y to y)pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan III 2019 terjadi di Sulawesi Selatan sebesar 7,21 persen.

"Secara q to q dan y on y Sulawesi Barat menempati posisi ketiga dan tujuh untuk kawasan Sulampua. Dan secara akumulatif hingga triwulan III 2019, pertumbuhan tertinggi terjadi di Sulawesi Selasan sebesar 7,08 persen.

Ini artinya kalau di Pulau Sulawesi Sulbar yang paling rendah,"tuturnya.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Sulbar sangat jauh dibawah angkat nasiobal. Harusnya diatas itu, sebab Provinsi Sulbar terbilang baru.

"Saya menduga ini paling hanya sekitar 5 persen pertumbuhan ekonomi kita di tahun 2019. Jadi mungkin ke depan sekitar dua bulan ke depan harus lebih maksimal.

Saya pesimis di triwulan IV bisa sampai ke angka enam. Itupun kita hanya berharap di perkebunan tapi itupun hanya sawit,"tuturnya.(tribun-timur.com)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @nurhadi5420

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

A

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved