Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

TRIBUN WIKI

Google Doodle Hari ini, Sosok Rene Maran Penulis Kulit Hitam Pertama Menangkan Prix Goncourt

Google Doodle Hari ini, Sosok Rene Maran Penulis Kulit Hitam Pertama Menangkan Prix Goncourt

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
Istimewa
Google Doodle Hari ini, Sosok Rene Maran Penulis Kulit Hitam Pertama Menangkan Prix Goncourt 

Google Doodle Hari ini, Sosok Rene Maran Penulis Kulit Hitam Pertama Menangkan Prix Goncourt

TRIBUN-TIMUR.COM- Google doodle merayakan hari lahirnya sosok Rene Maran.

Seperti diketahui setiap harinya untuk mengapresiasi seluruh kejadian di dunia Google Doodle hadir sebagai pengingat.

Nah, Rene Maran merupakan salah satu tokoh yang berpengaruh didunia yang dirayakan oleh Google.

Tepat pada 5 November ini, Rene Maran berulang tahun ke -132.

Hal itu juga di tampilkan Google Doodle.

Karikatur Rene Maran yang berwarna biru keunguan di tampilkan di dalam gambar O yang bertuliskan Google.

5 Fakta Kecelakaan Jungkook BTS, Big Hit Entertainment Salahkan Artisnya, Bagaimana Nasib Korban?

Sering Pamerkan Lekuk Tubuh, Inilah Deretan 5 Artis Cantik Indonesia Punya Perut Six Pack

Ingin Periksa Kehamilan? 5 Rekomendasi Dokter Spesialis Kandungan Perempuan di Kota Makassar

Siapa kah sosok tersebut dan mengapa Google merayakannya?

Dilansir dari Google Doodle, merayakan penulis Prancis René Maran.

Rene Maran lahir di atas kapal dalam perjalanan dari Guyana ke Martinique pada hari ini pada tahun 1887.

Sosok Rene Maran Penulis Kulit Hitam Pertama Menangkan Prix Goncourt
Sosok Rene Maran Penulis Kulit Hitam Pertama Menangkan Prix Goncourt (Istimewa)

Bukunya tahun 1921, Batouala: A True Black Novel berbicara tentang kehidupan di desa Afrika Tengah yang dilihat melalui mata seorang kepala suku.

Dipuji oleh orang-orang seperti Ernest Hemingway, karya fiksi yang kuat membuat Maran penulis kulit hitam pertama yang memenangkan Prix Goncourt yang bergengsi.

Ajang tersebut merupakan salah satu penghargaan sastra tertinggi Prancis.

Sebagai putra seorang pejabat kolonial Prancis, Maran menghabiskan masa kecilnya di Gabon dan dididik di sekolah asrama Prancis.

Seperti ayahnya, ia kemudian bekerja untuk pemerintah Prancis, melayani sebagai administrator di Oubangui-Chari, yang sekarang dikenal sebagai Republik Afrika Tengah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved