Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

VIDEO: Bunga Bangkai Tumbuh di Halaman Rumah Warga Mamuju

Dalam bahasa latin, bunga tersebut dikenal dengan istilah Amorphopallus. Bunga tersebut tumbuh sekitar 30 centimeter.

Penulis: Nurhadi | Editor: Imam Wahyudi

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Bunga bangkai tumbuh di halaman rumah warga Jl Soekarno Hatta, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Sulbar.

Kemunculan tumbuhan langkah bahkan nyaris punah itu, menarik perhatian warga.

Dalam bahasa latin, bunga tersebut dikenal dengan istilah Amorphopallus. Bunga tersebut tumbuh sekitar 30 centimeter.

Bunga tersebut tumbuh dengan warna kelopak merah keunguan. Bunga tersebut mekar dan mengeluarkan aroma tidak sedap yang menusuk hidung penduduk sekitar, tercium hingga beberapa meter di lokasi tumbuh.

Warga sekitar Jefri Elazar memperkirakan, bunga bangkai itu tumbuh sekitar satu pekan yang lalu tepat di dekat rumahnya.

"Istri saya yang kasih lihat kalau ada sesuatu yang lain tumbuh, dia muncul diantara atap seng yang terlipat, dia muncul naik, awalnya kayak kelopaknya saja,"kata Jefri kepada Tribun-Timur.com ditemui di rumahnya, Sabtu (2/11/2019).

Keeseokan harinya pasca sudah ditemuikan, Jefri mengaku mulai mencium bau tak sedap seperti bau bangkai.

"Istri saya bilang cari itu bangkai kareba bau sekali. Tapi saya heran juga karena baunya menyengat sekali, kayak setingkat mayat dan saya cari terus. Nah anak perempuan saya ini bilang mungkin ini yang busuk (bunga) karena banyak lalat juga dibagian kelopaknya, lalatnya besar-besar dan banyak,"jelasnya.

"Jadi saya mulai berpikir kemungkinan ini namanya bunga bangkai, barulah saya buka itu atap seng, ternyata betul ini bunga yang bau, kemudian saya cari di internet kemiripannya. Ternyata betul ini jenis bunga bangkai,"sambung Jefri.

Setelah ia melihat referensinya di internet, kata dia, ternyata bunga tersebut memang mengeluarkan bau pada saat mekar, apalagi saat sore hari sampai malam baunya sangat tajam dan menyengat.

"Baunya kadang-kadang hilang sebentar, tidak lama muncul lagi, tapi kalau pagi tidak terlalu bau karena menurut itu penjelasan di internet bagitu memang nanti baunya tajam saat sore hingga malam,"kata dia.

Dikatakan, bau bunga tersebut mulai muncul pada Kamis (31/10/2019) sore saat mulai mekar dan langsung hebihkan warga sekitar. Diakui bagian bawa kelopak bunga tersebut yang sangat mengeluarkan bau busuk.

"Awalnya saya kira tumbuhan biasa. Tapi ternyata bukan," ucapnya.

Ia juga mengatakan, disekitar rumahnya memang kadang ada tumbuhan besar jika mekar layaknya payung sekitar tiga bulan lalu. Setelah itu muncullah bunga bangkai itu.

"Menurut penjelasan internet hanya ada di Sumatera, Jawa dan Kalimantan, tapi ternyata ada juga di Sulawesi Barat. Tapi mungkin di tempat lain di Sulbar juga ada tapi tidak ada yang tahu,"katanya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved