TRIBUN WIKI
Kini Dipasangi Bronjong Pengaman, Simak Kisah Mistis Tanjakan Penganten Selalu Terjadi Kecelakaan
Kini Dipasangi Bronjong Pengaman, Simak Kisah Mistis Tanjakan Penganten Selalu Terjadi Kecelakaan
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
Kini Dipasangi Bronjong Pengaman, Simak Kisah Mistis Tanjakan Penganten Selalu Terjadi kecelakaan
TRIBUN-TIMUR.COM- Di Indonesia banyak mitos tentang tanjakan. Terlebih lagi jika tanjakan tersebut banyak menelan korban jiwa.
Seperti Tanjakan Penganten. Tanjakan Panganten ini berada di Jalan Pamulihan-Bungbulang, Kecamatan Pamulihan.
Diketahui Tanjakan Pengantin ini jadi salah satu titik rawan kecelakaan.
Dilansir dari Tribunnews, mengantisipasi kecelakaan, Polres Garut memasang pengaman di tikungan Tanjakan Panganten.
LENGKAP! Bocoran Materi Seleksi CPNS 2019, SKD dan SKB Resmi dari Peraturan Menteri PANRB Terbaru
LOGIN SSCASN BKN-5 Instansi Paling Diminati di 2018 dan 5 Instansi dengan Kuota Terbanyak CPNS 2019
Sosok Ketua Umum PSSI 2019-2023 Iwan Bule, 35 Tahun Berkarier di Kepolisian, Kini Urusi Bola
Asal Mula
Nama Tanjakan Panganten (pengantin) diberikan oleh warga sekitar.
Di lokasi tersebut banyak terjadi kecelakaan yang melibatkan para calon pengantin.
Endut (70), seorang warga, mengatakan, kecelakaan di Tanjakan Panganten sudah sering terjadi.
Ia juga sering menyaksikan pengantin dan rombongannya terlibat kecelakaan.
"Mitosnya itu pengantin dilarang naik mobil di jalan ini (Tanjakan Panganten).
Memang seringnya pengantin yang terlibat kecelakaan.
Makanya nama jalan ini terkenal dengan Tanjakan Panganten," ucap Endut saat menyaksikan pemasangan bronjong pengaman di Tanjakan Panganten, Minggu (3/11/2019).
Tanjakan Panganten berada di Kampung Cisandaan, Desa Halimun, Kecamatan Pamulihan.
Jalan tersebut berada di kemiringan mencapai 45 derajat.
Terdapat tikungan yang sangat tajam yang sering jadi titik kecelakaan.
Panjang jalan yang rawan sekitar 700 meter.
Di samping jalan terdapat tebing dan jurang.
Saat malam hari, tak ada penerangan jalan sehingga membuat pengendara harus berhati-hati.
"Sering datang kabut juga di sini. Kalau yang tidak tahu, pas belokan itu kurang kelihatan. Apalagi kalau malam," katanya.
Mengantisipasi kecelakaan, masyarakat sekitar bersama Polres Garut membuat bronjong pengaman yang dibalut dengan ban.
Bronjong tersebut minimal bisa menahan kendaraan agar tak terjatuh ke jurang.
Kapolres Garut, AKBP Dede Yudy Ferdiansah, mengatakan, pihaknya sering menerima laporan kecelakaan di Tanjakan Panganten.
Kondisi jalan yang curam, membuat potensi kecelakaan sangat tinggi.
"Faktor kesalahan pengendara juga jadi salah satu penyebabnya.
Harus sangat berhati-hati lewat jalan ini," ujar Dede.
Bronjong penahan itu, tuturnya, bisa meminimalisasi kecelakaan yang fatal.
Kendaraan pun bisa tertahan dan tak terjun ke jurang.
"Sebelum lewat jalan ini, dicek dulu kendaraannya. Terutama rem kendaraan.
Kalau dari arah Cikajang kan menurun. Jadi harus siap kendaraannya," ucapnya.
Kecelakaan Tahun 2014
Dilansir dari Kompas.com, pada tahun 2014 terjadi kecelakaan di Tanjakan Penganten, yang terkenal sebagai tanjakan maut di Cisandaan, kampung Halimun, desa Pananjung, kecamatan Pamulihan, Garut, Sabtu (4/1/2014) pagi.
Sebuah truk Nopol D 8367 XG yang dikemudikan Tatang Sumirat terguling ke jurang.
Kernet truk bernama Ending tewas ditempat, sedangkan sopir mengalami luka parah.
"Kejadian pukul 05.30 wib, informasi kita terima dari Camat Pamulihan. Warga dan muspika mengevakuasi korban ke RSU Garut dan membantu mengangkat bangkai kendaraan dari dasar sungai," kata Kepala Bagian Informatika Setda Kabupaten Garut, Basuki Eko.
Sementara itu Kasatlantas Polres Garut AKP Bariu Bawana mengungkapkan, truk yang dikemudikan Tatang bergerak dari arah Pamulihan menuju Pakenjeng.
Lokasi kejadian persis di jalan tikungan dan turunan curam diwilayah Cisandaan, dimana truk terperosok ke jurang sungai Cisandaan.
"Truk muat kalsit dari Pamulihan. Akibat kejadian itu kernet bernama Ending meninggal dunia dan pengemudi truk luka berat serta truk dan barang yang dibawa rusak," kata Bariu.
Saat ini, lanjut Bariu, pihak kepolisian tengah menyelidiki penyebab kecelakaan. Sementara bangkai truk masih dalam upaya pengangkatan dari dasar sungai.
LENGKAP! Bocoran Materi Seleksi CPNS 2019, SKD dan SKB Resmi dari Peraturan Menteri PANRB Terbaru
LOGIN SSCASN BKN-5 Instansi Paling Diminati di 2018 dan 5 Instansi dengan Kuota Terbanyak CPNS 2019
Sosok Ketua Umum PSSI 2019-2023 Iwan Bule, 35 Tahun Berkarier di Kepolisian, Kini Urusi Bola
Follow akun instagram Tribun Timur:
Sumber berita:
https://regional.kompas.com/read/2014/01/04/1332174/Lagi.Tanjakan.Penganten.Minta.Korban.Jiwa dan https://www.tribunnews.com/regional/2019/11/03/benarkah-tanjakan-penganten-banyak-memakan-korban-para-pengantin?