Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

RILIS

Narasumber Jepang Berbagi Pengalaman di Spinal III Kedokteran UMI Makassar

Narasumber Jepang Berbagi Pengalaman di Spinal III Kedokteran UMI Makassar

Penulis: CitizenReporter | Editor: Suryana Anas
Istimewa
Rektor UMI Makassar, Prof Dr Basri Modding SE MM, ketua Yayasan bersama Dekan FK UMI berfoto bersama 

Narasumber Jepang Berbagi Pengalaman di Spinal III Kedokteran UMI Makassar

MAKASSAR - Setelah sukses melaksanakan Muktamar IKA FK UMI, panitia spinal III terus memberikan kejutan buat seluruh alumni kali ini kejutan lewat simposium SPINAL III Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, SPINAL merupakan singkatan dari Silaturahmi dan Pertemuan Ilmiah Nasional Berkala yang rencananya akan dilaksanakan pada 31 Oktober -3 November 2019 .

Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran UMI dr Annas Ahmad SpB dalam sambutan pembukaan simposium SPINAL III akan berbagi beragam kegiatan edukatif termasuk menghadirkan pembicara internasional dari Jepang , yakni Asian Medical Doctor Association (AMDA) Ms Tea Namba .

Rektor UMI Makassar, Prof. Dr. Basri Modding SE, MM saat membuka simposium Spinal III IKA FK UMI mengatakan sangat yakin alumni fakuktas kedokteran UMI diseluruh Indonesia telah mengharumkan almamater UMI apalagi saat ini Akreditasi A Fakuktas Kedokteran UMI membuktikan kualitas alumni sudah melalui proses yang sangat panjang apalagi pembicara internasional dari negara Jepang jauh jauh hadir pertanda kedokteran UMI sudah di akui dunia. Apalagi UMI sudah melakukan MOU dengan AMDA kaitan dengan penanganan bantuan medis untuk sosial kemanusiaan.

Ketua panitia Spinal III Dr.dr Hj Muji Iswanti SH MHum, Sp.KK Mkes mengatakan syukur simposium spinal III dihadiri tokoh nasional dan internasional sepeti ketua Elek PB IDI , AMDA Jepang serta banyak lagi pembicara nasional serta lokal berbagi ilmu untuk rekan sejawat dokter baik alumni Kedokteran UMi atau bukan alumni .

Dalam paparan ms tea manda di depan peserta simposium Asian Medical Doctor Association (AMDA) begitu konsen misi kemanusia “Misalnya seperti gempa bumi, tsunami atau musibah lainya. UMI dan AMDA saling berkoordinasi untuk salurkan bantuan medis,” ujanya.

Dijelaskan ms tea manda, ada empat poin penting dalam perjanjian nota kesepakatan ini yakni. Pertama, participation in the AMDA multinational medical mission, (Partisipasi dalam misi medis multinasional AMDA).
Kedua, use and exchange of human resources, (Gunakan dan bertukar sumber daya manusia). Serta ketiga use of shared facilities, (Penggunaan fasilitas bersama).

“Keempat, medical student exchange program and joint research development. (Program pertukaran pelajar kedokteran dan pengembangan penelitian bersama),” pungkasnya.

kata tea saat sekarang banyak di berbagai belahan dunia bencana alamterjadi seperti gempa dan kejadian lainya.
“Selain di indonesia, di jepang juga sekarang terkenal ukiyama, terjadi juga banjir. Padahal prediksi tak terjadi bencana alam sehingga orang kaget,” katanya.

Kedua lanjut dia, hal penting dilakukan kerjasama masalah sosial kemanusiaan. Tak bisa ditangani satu negara, tapi semua negara.

“Sekarang zamanya negara saling membantu sesama,” orang muslim seluruh dunia 25 persen menyerukan saling membantu. Salah satu negara terbanyak muslim di Indonesia.

“AMDA juga suda bekerjasama Indonesia, Pakistan, Malaysia dan Afganistan. Hal penting kami kerjasama dengan UMI adalah sangat bermanfaat membuat orang senyum dan gembira. Ini salah satu tiket ke Surga,” katanya.

Humas Spinal III dr Wachyudi Muchsin SH menambahkan Diketahui, AMDA adalah jaringan internasional yang sangat besar kepedulian sosial jika ada bencana. Bahkan bergerak cepat mengirimkan tim bantuan darurat ke daerah bencana di seluruh dunia.

AMDA dalam memfasilitasi bantuan darurat dalam skala global. Multi-nasional kelompok profesional medis dan koordinator membantu korban bencana dengan menanggapi kebutuhan mendesak masyarakat lokal.
Jaringan luas memungkinkan AMDA untuk mengirimkan tim bantuan cepat dan efisien karena mereka dikirim keluar dari tempat yang dekat dengan lokasi bencana. Pungkas Yudi humas IDI Makassar ini (*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved