Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tinjau Maiwa Breeding Centre, Menristek RI: Enrekang Lumbung Sapi Nasional

Kunjungannya dalam rangka meninjau lokasi Teacheng Industri Pengembangan dan Penggemukan Sapi, di Maiwa Breeding Centre (MBC) Unhas

Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Sudirman
Muh Asiz Albar
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) RI, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro sata menyambangi Kabupaten Enrekang, Kamis (31/10/2019) sore. 

TRIBUNENREKANG.COM, MAIWA - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) RI Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, menyambangi Kabupaten Enrekang, Kamis (31/10/2019) sore.

Kunjungannya dalam rangka meninjau lokasi Teacheng Industri Pengembangan dan Penggemukan Sapi, di Maiwa Breeding Centre (MBC) Unhas di Desa Patondon Salu, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang.

Bambang Permadi, mengapresiasi Kabupaten Enrekang yang disebutnya sebagai daerah lumbung pangan dalam hal suplai daging sapi di Sulsel dan nasional.

Pandak Putra Juara Salassa Cup II, Begini Jalannya Pertandingan

SEDANG BERLANGSUNG 5 Link Live Streaming Indosiar TV Online Bali United vs Persela, Nonton Sekarang

VIDEO: Pasca Sidang Mediasi Sengketa Lahan Paselloreng, Warga Ricuh di PN Sengkang

"Semoga Enrekang tetap mempertahankan sebagai daerah lumbung pangan bukan hanya di Sulsel tapi nasional, tentunya bisa lebih meningkat lagi," kata Bambang Permadi, Kamis (31/10/2019).

Ia menjelaskan, pengembangan sapi harus dilakukan lantaran kebutuhannya bukan hanya untuk Idul Adha di daerah, tapi harus bisa suplai daging ke seluruh indonesia.

Olehnya itu, Ia berharap ke depan program pengenbangan sapi ini makin dikembangkan lagi di seluruh Indonesia.

Apalagi metode yang diterapkan adalah inti plasma, yang tentu dapat memberikan manfaat bagi peternak.

"Saya harap ke depan peternak bisa dapatkan income lebih baik, sehingga ketergantungan pada daging impor bisa dikurangi dengan cara yang inovatif," kata Bambang Permadi.

Ia menginginkan, agar pimpinan Unhas dan Pemda terus kembangkan program MBC tersebut.

Serta yang tidak kalah penting adalah, memberikan pembekalan pada peternaknya dengan menjaga kualitas sapinya dengan baik.

Pandak Putra Juara Salassa Cup II, Begini Jalannya Pertandingan

SEDANG BERLANGSUNG 5 Link Live Streaming Indosiar TV Online Bali United vs Persela, Nonton Sekarang

VIDEO: Pasca Sidang Mediasi Sengketa Lahan Paselloreng, Warga Ricuh di PN Sengkang

Karena seperti yang diketahui bersama, daging sapi dengan berkualitas dan mahal itu identik dengan dagin impor, Sementara daging sapi lokal kita masih dinilaidi kelas bawah.

Tak hanya itu, lanjut Bambang, meskipun sudah impor daging sapi, tapi konsumsi daging sapi per kapita di Indonesia masih rendah.

Hal itu berarti masyarakat Indonesia sampai saat ini masih butuh daging sapi yang lebih banyak.

Tentu itu harus jadi motivasi bagi peternak untuk hasilkan daging sapi agar lebih banyak lagi.

"Tentunya kualitas adalah yang paling utama agar sapi Indoensia menjadi tuan rumah di negara sendiri. Jadi keberhasilan di tempat ini saya harap agar bisa dikembangkan di daerah lain," ujarnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved