Tribun Wiki
Ini Sebabnya Tanggal 31 Oktober Jadi Perayaan Halloween
Ini Sebabnya Tanggal 31 Oktober Jadi Perayaan Halloween. Tepatnya, tanggal 31 Oktober sebuah perayaan yang dikenal dengan Halloween dirayakan.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Suryana Anas
Orang Gael akan menyalakan api unggun untuk membakar tulang-tulang dari hewan yang mereka sembelih.
Mereka akan mengenakan kostum dan topeng untuk berpura-pura sebagai arwah jahat atau berusaha berdamai dengan mereka.
Halloween merupakan kependekan dari All Hallows' Even yang berarti malam sebelum ahri raya All Hallow yang saat ini disebut Hari Raya Semua Orang Kudus (All Saints Holy Day).
Huruf “n” di akhir kata Halloween berasal dari kata even.
Pada jaman dulu, tanggal 1 November dipakai sebagai hari festival keagamaan di berbagai tradisi paganisme Eropa hingga Paus Gregorius III dan Paus Gregorius IV memindahkan perayaan All Saints Day menurut kalender santo dari tanggal 13 Mei ke 1 November.
Hari Raya Semua Orang Kudus ditentukan misionaris Kristen bertepatan dengan hari raya pagan dengan alasan ingin orang pagan mempercayai agama Kristen.
Hari Para Arwah (Day of the Dead) yang merayakan kedatangan arwah sanak keluarga dan kerabat kembali ke bumi sampai sekarang masih diperingati di beberapa negara seperti di Brazil, Meksiko, China dan Filipina.
Sejarah singkat :
Abad ke-5 SM
Orang Kelt memperingati festival Samhain setiap akhir Oktober. Mereka percaya bahwa itulah saat ketika para arwah dan makhluk gaib sedang aktif-aktifnya bergentayangan.
Abad ke-1 M
Orang Romawi menaklukkan orang Kelt dan mengadopsi kebiasaan Samhain yang mistis itu.
Abad ke-7 M
Konon, Paus Bonifasius IV meresmikan perayaan tahunan Hari Semua Orang Kudus untuk menghormati para martir.
Abad ke-11 M
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/halloween-tanggal-31-oktober.jpg)