Pemuda Islam Luwu Utara Tak Setuju Iuran BPJS Dinaikkan

"Kami sangat tidak setuju dengan kenaikan iuran BPJS," kata Kasdi di Warkop Dg Aziz, Jl Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Kappuna, Kecamatan Masamba,

Pemuda Islam Luwu Utara Tak Setuju Iuran BPJS Dinaikkan
chalik/tribunlutra.com
Ketua Pemuda Islam Luwu Utara, Kasdi. 

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Pengurus Pemuda Islam Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, tidak sepakat dengan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Hal ini ditegaskan Ketua Pemuda Islam Luwu Utara, Kasdi.

"Kami sangat tidak setuju dengan kenaikan iuran BPJS," kata Kasdi di Warkop Dg Aziz, Jl Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Kappuna, Kecamatan Masamba, Rabu (30/10/2019).

GrabFood Signature Hadir di Indonesia, Menu Unik yang Hanya Ada di GrabFood

Krisdayanti Pegang Tangan Raul Lemos Sebelum Operasi, Benda di Tangannya Disorot, Ternyata. . . .

PSM Diharapkan Kebut Persiapan Musim 2020, Ini Alasannya

Menurut Kasdi, kenaikan iuran sangat memberatkan masyarakat, terutama yang tidak mendapat batuan kesehatan gratis pemerintah.

"Bayangkan kalau satu keluarga ada 10 orang, mereka harus bayar berapa sedangkan pendapatan tidak seberapa. Untuk makan saja susah," katanya.

Presiden Joko Widodo resmi menaikkan iuran BPJS Kesehatan untuk Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja dua kali lipat dari sekarang.

Kenaikan iuran berlaku awal 2020 mendatang.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan yang diteken Jokowi pada 24 Oktober 2019.

Pertimbangan pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kesinambungan program jaminan kesehatan perlu dilakukan penyesuaian beberapa ketentuan, dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Dibawah Kepemimpinan Taufan Pawe dan Pangerang Rahim, Parepare Jadi Kota BJ Habibie

Usai PPP, Malkan Amin Juga Kembalikan Formulir di PKB Barru

Ashanty Stres Anang Hermansyah Mintanya Tiap Hari, Pakai Tema Setiap Kali Berhubungan Intim

Dalam Pasal 34 Perpres 75/2019, tarif iuran kelas Mandiri III dengan manfaat pelayanan di ruang kelas perawatan kelas III naik Rp 16.500 dari Rp 25.500 menjadi Rp 42 ribu per peserta per bulan.

Lalu, iuran kelas mandiri II dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas II naik dari Rp 51 ribu menjadi Rp 110 ribu per peserta per bulan.

Terakhir, iuran kepesertaan BPJS Kesehatan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas I melonjak dari Rp 80 ribu menjadi Rp 160 ribu per peserta per bulan.

Laporan Wartawan TribunLutra.com, @chalik_mawardi_sp

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved