Jadi Pemateri Diskusi Kepemudaan, Kasat Binmas Polres Jeneponto Ajak Pemuda Lakukan Ini

Jadi Pemateri Diskusi Kepemudaan, Kasat Binmas Polres Jeneponto Ajak Pemuda Lakukan Ini

Jadi Pemateri Diskusi Kepemudaan, Kasat Binmas Polres Jeneponto Ajak Pemuda Lakukan Ini
TRIBUN TIMUR/IKBAL NURKARIM
Kasat Binmas Polres Jeneponto AKP Syahrul saat membawakan materi diskusi panel pemuda Muhammadiyah Jeneponto. 

Jadi Pemateri Diskusi Kepemudaan, Kasat Binmas Polres Jeneponto Ajak Pemuda Lakukan Ini

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Kasat Binmas Polres Jeneponto, AKP Syahrul menjadi salah satu pemateri dalam diskusi yang diselenggarakan angkatan muda Muhammadiyah Jeneponto.

Diskusi panel tersebut berlangsung di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jl Lanto Dg Pasewang, No 355, Kelurahan Balang Toa, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sulsel.

Dalam diskusi itu, mantan kapolsek Tamalatea mengajak pemuda Muhammadiyah melakukan upaya untuk menekan aksi tontonan yang mempertontonkan goyan erotis.

Baca: Siapa Calon Kapolri Idham Azis Pengganti Tito Karnavian? Pernah Buru Tommy Eks Ipar Prabowo Subianto

Baca: Selain Putri Anggota TNI Peluk, Temani Mayat Ibunya di Makassar, Ada Juga Bayi 7 Bulan di Surabaya

Baca: LENGKAP Pendaftaran CPNS 2019 di sscasn.bkn.go.id 11 November, Syarat, Dokumen,Cara Daftar di SSCASN

Aksi tontonan goyang erotis tersebut masih banyak dijumpai dalam masyarakat Jeneponto khususnya dalam pesta.

"Kalau kita tidak tepis hal-hal seperti itu, kedepan justru keadaan bisa lebih parah," kata Syahrul, Rabu (30/10/2019) pagi.

"Saat ini banyak penyanyi electone yang mengenakan setengah busana, kedepan bisa jadi tinggal pakaian dalamnya," lanjut Syahrul.

Menurutnya aksi itu memberi tontonan yang mengandung persoalan porno aksi apalagi yang banyak menonton yakni kaum milenial bahkan anak dibawah umur.

Plt Kasubag Humas Polres Jeneponto itu juga mengajak para kader Pemuda Muhammadiyah agar menjadi pemuda yang cerdas berprestasi juga bermanfaat bagi masyarakat bangsa dan negara.

"Jangan sampai kemampuan dan keahlian yang dimiliki disalah gunakan, contohnya keahlian menggunakan IT, justru kita yang menyebar konten-konten, meme hoaks dan akun fake yang dapat merusak silaturrahmi dan pandangan, pemikiran, karakter, budaya, melalui medsos," tutupnya.

Diskusi panel ini juga dihadiri Komisioner KPU Jeneponto Sapriadi Saleh, Plt Kadispora Saripuddin Lagu, dan puluhan kader Pemuda Muhammadiyah. (TribunJebeponto.com)

Laporan Wartawan TribunJeneponto.com @ikbalnurkarim

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved