Hasan Mengamuk Lagi, Sidang Kasus Pembunuhan Istrinya Ditunda Pengadilan Makassar

Hakim menunda lagi lanjutan persidangan, karena suami korban, Mariani, Hasan (46) mengamuk saat sidang mau digelarkan.

darul/tribuntimur.com
Kericuhan terjadi saat persidangan kasus pembunuhan ibu rumah tangga, di Pengadilan Negeri Makassar. (darul/tribun) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sidang pembunuhan ibu rumah tangga (Irt) asal Barombong pada Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Rabu (30/10/2019) ditunda lagi.

Hakim menunda lagi lanjutan persidangan, karena suami korban, Mariani, Hasan (46) mengamuk saat sidang mau digelarkan.

Datang bersama keluarga, Hasan berteriak dalam ruang sidang. Minta agar terdakwa Jumalang dihukum penjara seumur hidup.

Iuran BPJS Naik, Ketua DPRD Gowa Harap Layanan Kesehatan Meningkat

Pelatih PSM Lindungi Pemain, Darije: Tidak Ada Seorang Marah Terhadap Mereka

Ketua DPRD Sulbar Sesalkan Kebijakan Presiden Naikkan Iuran BPJS Kesehatan

Mendengar situasi dan kondisi di ruangan sidang yang tidak terkontrol. Hakim ketua menunda sidang sampai 13 November.

Tercatat, dalam beberapa sidang kasus ini. Hasan dan keluarganya selalu mengakhiri sidang pembunuhan dengan mengamuk.

Seperti pekan lalu, Rabu (23/10) petang. Hasan mengamuk saat mendengar Jaksa bacakan tuntutan ke terdakwa Jumalang.

Dalam tuntutannya yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa dituntut dengan pidana kurungan penjara 14 tahun.

Mendengar itu, Hasan pun berontak dan memukul-mukul pagar pembatas peserta dengan Hakim, Jaksa dan juga terdakwa.

Iuran BPJS Naik, Ketua DPRD Gowa Harap Layanan Kesehatan Meningkat

Pelatih PSM Lindungi Pemain, Darije: Tidak Ada Seorang Marah Terhadap Mereka

Ketua DPRD Sulbar Sesalkan Kebijakan Presiden Naikkan Iuran BPJS Kesehatan

"Pokoknya saya ini tidak rela dan ini tidak ada keadilan kalau tuntutannya 14 tahun," ungkap Hasan dalam ruang sidang, sore.

Kata Hasan, apa yang dituntut Jaksa tidak adil. Karena kasus ini bukan saja istrinya saja korban, tapi anaknya, Rian (15) juga.

Halaman
12
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved