Anggota DPRD Wajo Apresiasi Inovasi Alat Pemadam Kebakaran Kelurahan Salomenraleng
Anggota DPRD Wajo Apresiasi Inovasi Alat Pemadam Kebakaran Kelurahan Salomenraleng
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Suryana Anas
Anggota DPRD Wajo Apresiasi Inovasi Alat Pemadam Kebakaran Kelurahan Salomenraleng
TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Inovasi alat pemadam kebakaran khusus yang dibuat pemerintah Kelurahan Salomenraleng, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo menuai banyak apresiasi.
Salah satunya dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo.
Anggota Komisi I Bidang Pemerintahan, Hairuddin menganggap apa yang dilakukan oleh pemerintah Kelurahan Salomenraleng adalah hal yang luar biasa.
Baca: Siapa Calon Kapolri Idham Azis Pengganti Tito Karnavian? Pernah Buru Tommy Eks Ipar Prabowo Subianto
Baca: Selain Putri Anggota TNI Peluk, Temani Mayat Ibunya di Makassar, Ada Juga Bayi 7 Bulan di Surabaya
Baca: LENGKAP Pendaftaran CPNS 2019 di sscasn.bkn.go.id 11 November, Syarat, Dokumen,Cara Daftar di SSCASN
"Apa yang dilakukan oleh pemerintah kelurahan Salomenraleng adalah sebuah inovasi. Bisa dicontoh, atau bisa kita menimba ilmu di sana, ini luar biasa dan patut diapresiasi," katanya, Rabu (30/10/2019).
Menurut anggota Fraksi Demokrat tersebut, apa yang dilakukan oleh pemerintah Kelurahan Solemenlareng bisa jadi rujukan oleh sejumlah desa dan kelurahan yang masih sulit aksesnya.
Sebab, di Kabupaten Wajo masih ada sejumlah desa dan kelurahan yang cuma bisa diakses melalui jembatan gantung.
Ditambahkannya pula, Indonesia yang memiliki dua musim, musim hujan dan musim kemarau amat rentang dengan kebakaran.
Selain faktor alam, juga ada faktor human eror.
"Apalagi di Indonesia, ada dua musim, hujan dan kemarau dan kalau kemarau rentang terjadi kebakaran. Untuk mengantisipasi hal itu, penting kiranya adanya inovasi-inovasi seperti ini," katanya.
Sebagaimana diketahui, secara geografis, Kelurahan Salomenraleng, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo dikelilingi sungai.
Aksesnya pun cukup terbatas, mengingat cuma jembatan gantung dan hanya bisa dilalui motor dan kendaraan roda tiga. Padahal, ada 560 kepala keluarga dengan jumlah sekitar 2.000-an jiwa yang hidup di kelurahan yang berada di pesisir Danau Tempe.
Bila sewaktu-waktu terjadi kebakaran, mobil damkar pun tak punya akses ke kelurahan tersebut. Mengantisipasi hal tersebut, pihak kelurahan pun kini mengadakan alat pemadam kebakaran khusus.
Bentuknya disesuaikan dengan kondisi geografis di Kelurahan Salomenraleng. Mesin pompa air yang didesain sedimikian rupa serta dilengkapi dengan pipa elastis penyedot air langsung dari sungai serta selang penyemprotan.
"Alhamdulillah, tiga unit alat pemadam kebakaran milik pemerintah Kelurahan Salomenraleng siap diploperasikan jika terjadi kebakaran," kata Lurah Salomenraleng, Marzam Pallawagau.