Kalah dari Bhayangkara FC, Darije Kembali Soroti Kinerja Wasit
Soalnya di laga sebelumnya, Persebaya takluk atas PS Sleman dengan skor yang sama 2-3 di Stadion Gelora Bung Tomo.
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Hasil minor kembali diraih PSM Makassar saat melawat ke markas Bhayangkara FC di Stadion Patriot Chandrabhaga Bekasi, Selasa (29/10/2019) malam.
Tim berjuluk Laskar Phinisi harus mengakui The Guardiant dengan skor akhir 3-2.
Gol Bhayangkara dicetak Lee Yon Joon menit 7' serta Bruno Matos menit 52' dan 65'. Sementara gol balasan PSM dilesatkan Rizky Pellu menit 35' dan gol telat Ferdinand Sinaga menit 86'.
Baca: Pemkab Sidrap Raih Penghargaan Menteri Keuangan RI
Kekalahan PSM ini tidak membuat posisi Laskar Pinisi di posisi ke-8 berubah dengan raihan 33 poin.
Soalnya di laga sebelumnya, Persebaya takluk atas PS Sleman dengan skor yang sama 2-3 di Stadion Gelora Bung Tomo.
Sementara 3 poin Bhayangkara FC membuat Nurhidayat dan kawan-kawan naik satu strip menggeser Persib ke posisi 10 klasemen dengan 31 poin.
Baca: Gol Telat Ferdinand Tak Selamatkan PSM dari Kekalahan
Poin Bhayangkara FC sama dengan Persebaya dan Persib. Namun Persebaya unggul produktivitas gol dari Bhayangkara FC, sedangkan The Guardian unggul produktivitas gol dari Maung Bandung.
Usai laga, pelatih PSM Makassar Darije Kalezic angkat bicara, sesuai prediksinya, laga akan berjalan sulit
"Yah bagaimana saya harus memaparkannya agar jelas. Ini bukan datang dari emosional belaka. Karena saya harus beri tahu, bahwa secara emosi kami tidak terpengaruh dari hasil tersebut," kata Darije via rekaman MO PSM, Selasa malam.
Baca: HUT Golkar Tingkat Sulsel Dipusatkan di Lutra, Panitia Gelar Jalan Santai Berhadiah Rumah
"Namun coba lihat pertandingan, kalian lihat berapa free kick dan lemparan ke dalam di wilayah kita yang mereka dapatkan," tanya Darije.
Menurutnya, sebelum gol kedua oleh Bruno Matos, Herman Dzumafo menendang bola mengenai dadanya, bola keluar, wasit memberi bola ke Bhayangkara, padahal itu bola untuk PSM.
"Saya bisa beri tahu kalian, 60-70 persen away yang kita mainkan selalu begitu situasinya," katanya.
Baca: Ikut Yasinan Pacar yang Dikira Berhasil Dibunuh, FPW Kaget Kekasihnya Ditemukan Masih Hidup
Darije menjelaskan, kalau melihat pertandingan di Makassar seperti ini sangatlah jauh beda.
"Kalau mereka (wasit) memihak 10 persen kepada kami. Kasi saya buktinya, kalau itu benar, saya stop karir saya di Indonesia," tegas pelatih 49 tahun itu.
Menurutnya, selama10 bulan melatih di PSM Makassar. Ia belum pernah mendapatkan 10 persen keuntungan dari pengandil lapangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pemain-danae.jpg)