Kapolda Sulsel dan Media Bahas MoU Jurnalis Sebelum Liput Demo

Silaturahmi antara jajaran Polda Sulsel dan wartawan ini, berlangsung di lobi Mapolda, Kota Makassar, Senin (28/10/2019) pagi.

Kapolda Sulsel dan Media Bahas MoU Jurnalis Sebelum Liput Demo
darul/tribun-timur.com
Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe saat memberikan sambutan, saat kegiatan Silaturahmi Wartawan. (darul) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Silaturahmi jajaran Polda Sulsel dan awak media, membahas terkait dengan rencana MoU antara wartawan dengan kepolisian.

Silaturahmi antara jajaran Polda Sulsel dan wartawan ini, berlangsung di lobi Mapolda, Kota Makassar, Senin (28/10/2019) pagi.

Menurut Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe dalam pertemuan itu, perlunya ada MoU antara dewan Pers dan kepolisian.

Peringati Sumpah Pemuda, FKIP Unismuh Makassar Seleksi Pertukaran Mahasiswa ke Jepang

Mengenal Sosok Mohammad Yamin dalam Kongres Pemuda II, Jadi Tokoh Pendorong Bahasa Indonesia

Rangkaian Perayaan Satu Dekade, Prodi Komunikasi UMI Gelar Seminar Komunikasi Digital

Hal tersebut, agar bisa menunjang kerja-kerja wartawan saat melakukan peliputan demo agar tidak terbentur dengan polisi.

"Kita lihat saja demo kemarin, kan itu ada kawan (wartawan) kita yang kenal pukul, ini yang perlu dibicarakan," ungkap Laupe.

Kejadian yang dimaksud Kapolda Laupe, adalah kasus kekerasan jurnalis Makassar dialami tiga jurnalis, 24 September lalu.

Dimana, tiga jurnalis tersebut, Darwin, M Saiful dan Isak mengalami kekerasan oleh kepolisian saat meliput demo mahasiswa.

Peringati Sumpah Pemuda, FKIP Unismuh Makassar Seleksi Pertukaran Mahasiswa ke Jepang

Mengenal Sosok Mohammad Yamin dalam Kongres Pemuda II, Jadi Tokoh Pendorong Bahasa Indonesia

Rangkaian Perayaan Satu Dekade, Prodi Komunikasi UMI Gelar Seminar Komunikasi Digital

Menurut kepolisian, hal itu terjadi karena identitas atau Id Card jurnalis yang dipakai saat liputan demo, terlalu kecil digunakan.

Untuk itu, Irjen Laupe harap kedepannya nanti para jurnalis atau awak media juga mempunyai tanda khusus, seperti rompi.

Selain itu lanjut Laupe, pihak awak media ini perlu memberikan data kepada pihak Polri untuk mengetahui jelas medianya.

"Harapan kita harus ada seperti itu, agar nanti kedepannya tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapakan nanti," tegas Laupe. (*)

 
Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved