BPSDM Sulsel Makin Kokoh di KTI

Saat ini, BPSDM Sulsel tengah melatih peserta Latsar CPNS dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Wilayah Sulut, Maluku, Sulbar, dan wilayah KTI

BPSDM Sulsel Makin Kokoh di KTI
handover
Suasaa upacara bendera di Lapangan Kampus BPSDM Sulsel Jl Cenderawasih, Makassar, beberapa waktu lalu. 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat dan memperkokoh posisinya sebagai pilar terdepan lembaga pelatihan aparatur di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Terbukti, bukan hanya melayani dan memfasilitasi pelatihan baik pelatihan dasar CPNS maupun pelatihan manajerial berjenjang di wilayah Sulsel, tapi juga telah dipercaya oleh sejumlah stake holder dari luar Sulsel.

Saat ini, BPSDM Sulsel tengah melatih peserta Latsar CPNS dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Wilayah Sulut, Maluku, Sulbar, dan wilayah KTI lainnya.

Kepala BPSDM Sulsel Ir Imran Jausi mengungkapkan, peserta Latsar CPNS dari Kemenkumham itu berjumlah empat angkatan atau 153 peserta.

“Dan saat ini dilatih di Kampus II BPSDM Sulsel Jl Cendrawasih Makassar,” ujar Imran Jausi, Minggu (27/10/2019) di Makassar.

Imran Jausi menambahkan, BPSDM Sulsel saat ini memang terus melakukan pembenahan-pembenahan untuk mewujudkan BPSDM Sulsel sebagai lembaga pendidikan yang andal.

“Sebagai komitmen, khusus untuk materi Anti Korupsi akan dibawakan langsung oleh para penyuluh Anti Korupsi yg telah disertifikasi oleh Pusat Edukasi Anti Korupsi KPK,” ujar Imran.

Bukan hanya Latsar, jika tak ada aral melintang Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Badan Pusat Statistik (BPS) berencana untuk awal 2020, akan menitip beberapa angkatan para pejabat pengawas untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan (Latpim) IV di BPSDM Sulsel.

Kepala Bidang Diklat Kepemimpinan Apratur BPSDM Sulsel Sultan Rakib mengatakan hal tersebut usai menerima pejabat BPS di BPSDM Sulsel belum lama ini.

“Banyak pejabat pengawas di BPS belum mengikuti Latpim IV dan BPSDM menjadi salah satu lembaga pelatihan yang akan dititipkan peserta Latpim IV ini ke depan pada tahun 2020. BPSDM Sulsel selalu siap untuk itu,” ujar Sultan Rakib.

Dengan sarana dan prasarana yang memadai, dan terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik terkhusus dalam menghadapi derasnya arus teknologi informasi, ini modal BPSDM Sulsel dalam memperkokoh posisinya di KTI.

“Apalagi kami terkesan dengan tiga hal yang menjadi pembeda di BPSDM yakni implementasi pengurangan limbah plastik dengan tumbler, donor darah dan tes mengaji bagi muslim. Ini bagus untuk peserta pelatihan,” ujar Kepala Bidang Diklat Parajabatan dan Kepemimpinan Pusdiklat BPS Tri Nugrahadi.(*/tribun-timur.com)

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Muh. Irham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved