Rapat Pembentukan dan Pemilihan Ketua AKD DPRD Mamuju Kembali Ditunda

Ketua DPRD Mamuju Aswar Ashari Habsi ditemui usai menutup rapat menuturukan, hal itu dikarenakan banyaknya instruksi atau masukan yang mewarnai rapat.

Rapat Pembentukan dan Pemilihan Ketua AKD DPRD Mamuju Kembali Ditunda
nurhadi/tribunmamuju.com
Rapat pembentukan dan pemilihan Ketua AKD DPRD Mamuju. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Rapat pembentukan dan pemilihan Ketua Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Kabupaten Mamuju berlangsung alot.

Rapat yang dimulai sejak beberapa minggu lalu, kembali harus ditunda, Jumat (25/10/2019) karena para anggota dewan belum mendapat kesepakatan dalam forum rapat.

Baca: Ramalan Zodiak Sabtu 26 Oktober 2019, Virgo Senang Hari Ini, Scorpio Jangan Berhenti Meski Menang

Ketua DPRD Mamuju Aswar Ashari Habsi ditemui usai menutup rapat menuturukan, hal itu dikarenakan banyaknya instruksi atau masukan yang mewarnai rapat.

"Lama karena masing-masing mau jadi pimpinan AKD, jadi itu yang bikin alot karena semua punya pendapat, karena kami ini kolektif kolegial yah tentu pendapat teman-teman anggota DPRD harus didengar dulu,"kata Ashari kepada Tribun-Timur.com.

Baca: FOTO: Suasana Penyambutan Menteri Pertanian SYL di Rumah Orangtuanya

Dikatakan, forum memberikan semua kesempatan kepada Anggota DPRD dari masing-masing fraksi untuk mengajukan diri sebagai calon pimpinan AKD.

"Untuk sementara DPRD Mamuju baru menetapkan pimpinan dan anggota Badan Kehormatan, masih ada Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapenperda) dan tiga komisi,"ujarnya.

Baca: Bupati Luwu Timur Harap Plt Dirut Bank Sulselbar Tingkatkan Kualitas Layanan

Dikatakan, mekanisme penentuan pimpinan AKD, peserta rapat bersepakat untuk menggunakan sistem voting.

"Karena memang ini keinginan forum untuk voting. Bisa musyarawarah, tetapi demi menghargai keinginan rekan-rekan, makanya sistem itu kita gunakan karena kami kolegal kolektif,"kata dia.

Baca: Masih Pakai Seragam PNS, Mayat Apryanita 17 Hari di Cor Semen, Pelaku Ternyata Bukan Orang Jauh

Kata dia, sistem voting disepakati untuk menghindari adanya kesalahpahaman yang nantinya akan mempengaruhi kinerja anggota dewan lima tahun yang akan datang.

"Tentu kita harus saling menghargai jangan karena AKD ini mencedrai kita selama lima tahu, jadi kita memberikan ruang yang sebesar-besarnya kepada semua calon untuk mengajukan diri sebagai kandidat,"tutur Ari sapaannya.

Baca: Syahrul Menteri Pertanian, IAS Panggil None Pak Wali

Halaman
123
Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved