Rumah Adat di Sesenapadang Mamasa Juga Diterjang Angin Kencang, Begini Kondisinya
Rumah Adat di Sespa Mamasa Juga Diterjang Angin Kencang, Begini Kondisinya
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Suryana Anas
Rumah Adat di Sespa Mamasa Juga Diterjang Angin Kencang, Begini Kondisinya
TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Sebuah rumah adat di Desa Lisuan Ada', Kecamatan Sesenapadang (Sespa) Mamasa, Sulawesi Barat diterjang angin kencang.
Insiden itu terjadi sekitar tiga hari yang lalu, tepatnya Senin (21/10/2019) dini hari.
Hal itu berdasarkan keterangan Kepala Dusun di Deaa itu, Daniel P saat dikonfirmasi Rabu (23/10/2019) siang.
Baca: Sempat Miskin, Menteri di Kabinet Indonesia Maju Jokowi - Maruf Amin Eks Sopir Angkot dan Jual Koran
Baca: INFO TERBARU CPNS 2019: Dibuka November, Cara Daftar sscasn.bkn.go.id, Lengkap Besaran Gaji Terbaru
Baca: TERNYATA Mendikbud, Nadiem Makarim Lahir & Lulus SMA di Singapura, Latar Belakang Pendidikan Bisnis
Menurut Daniel, saat kejadian, rumah itu dihuni oleh salah seorang ponakannya bernama Datu.
Kata dia, saat kejadian warga sempat panik lantaran angin bertiup kencang, hingga penghuni rumah terbangun.
Tidak ada korban jiwa dari insiden ini, namun kerugian ditaksir puluhan juta rupiah.
Sementara itu, Datu penghuni rumah itu mengaku kaget saat rumah yang ia huni nyaris porak poranda.
Saat kejadian, ia sedang berada di atas rumah seorang diri.
Meski begitu, iya tetap berada di atas rumah terjaga hingga pagi menjelang.
"Saya sempat kaget, saya turun dari rumah karena takut," kata Datu Minanga.
Hingga saat ini pasca insiden, Datu mengaku belum mendapat respon dari pemerintah.
Ia berharap bantuan dari instansi terkait untuk sedikit meringankan bebannya.
Atas kejadian itu, rumah adat Mamasa dengan konstruksi ukiran khas Mamasa, nyaris porak poranda.
Sebagian atapnya yang terbuat dari baja ringan terbang diterjang angin kencang.
Karena amgin kencang masih terus terjadi, pemilik rumah masih enggan memperbaiki bagian rumah yang rusak.
Akibatnya, sebagia atap ditutup dengan nelas baliho Caleg.
Rusak Puluhan Rumah dan Kantor Desa
Angin kencang melanda Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, sejak empat hari terakhir.
Dampak angin kencang yang terjadi sejak Minggu 19 Oktober 2019, dirasakan warga di beberapa desa di Kecamatan Sesenapadang.
Menerjang pemukiman warga hingga menyebabkan puluhan rumah dan kantor Desa Lisuan Ada rusak parah.
Baca: FOTO: Maxi Talk 2019 Hadirkan Pemeran Utama Film Ati Raja dan Pebalap Senior Sulsel
Menurut Kepala Desa Lisuan Ada, Simon, kejadiannnya pada Senin 21 Oktober sekira pukul 10.00 wita.
Saat itu, angin bertiup kencang hingga menyebabkan atap kantor desa beterbangan.
Setelah beberapa hari, ia dan warga berniat memperbaiki atap yang rusak diterjang angin.
Baca: Keluarga Ngamuk, Sidang Pembunuhan Istri di PN Makassar Ditunda
Namun angin kembali bertiup kencang hingga menyebabkan tiang penyangga kantor desa tumbang.
"Konstruksinya kayu jadi kita takut mendekat pada saat angin kencang," kata Simon, Rabu (23/10/2019) siang.
Atas insiden itu, ia dan aparat desa terpaksa berkantor di rumah selama beberapa hari lantaran takut terjadi angin yang lebih kencang.
Baca: Nikita Mirzani Dikatai Bipolar oleh Billy Syahputra Usai di Unfollow di Instagram,Jawab Teman Hotman
Ia berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah untuk memperbaiki kantor desa tersebut.
Sebab kata dia, sesuai juknis, dana desa tidak dirbolehkan membiayai pembangunan kantor desa.
Sejak kejadian itu, Simon mengaku belum melakukan pendataan terkait jumlah rumah yang terdampak angin kencang.
Namun dapat dipastikan puluhan rumah terdampak di dua desa, yakni Desa Orobua Timur dan Desa Lisuan Ada.
Baca: Promo Oktober, Nginap di Ramedo Makassar hanya Rp 450 Ribu
Angin Kencang Rusak 124 Rumah Warga di Tompobulu Gowa
Angin kencang melanda pemukiman warga di dua desa Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, pada Minggu (20/10/2019) lalu.
Ada 124 rumah warga yang rusak akibat tiupan angin kencang ini.
Rinciannya 44 rumah warga di Desa Rappoala, dan 80 rumah di Desa Rappolemba.
Intip Kekayaan 5 Menteri Perempuan Jokowi, Nilai Total Harta Sri Mulyani Bikin Melongo, Paling Kaya?
Mengapa Presiden Jokowi Memilih Pendiri Gojek Nadiem Makarim Jadi Mendikbud?
Penanganan Pelanggaran Pemilu di Bawaslu Dikurangi, Kok Bisa?
Pemilik rumah terpaksa mengungsi meninggalkan rumah.
"Rata-rata rumah yang rusak itu atapnya sama dindingnya," kata Camat Tompobulu Zulfikar, Rabu (23/10/2019).
Zulfikar menyampaikan, tim masih terus melakukan pendataan di lokasi.
Pendataan yang dilakukan yakni kerugian material yang dialaminya pemilik rumah.
Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni, turun meninjau lokasi yang dilanda bencana angin kencang di Kecamatan Tompobulu.
Ia meminta jajaran pemerintah desa agar mendata kerusakan yang dialami warga akibat angin kencang di Desa Rappoala dan Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu.
"Saya meminta pak desa maupun aparatur desa mendata rumah yang rusak," katanya di sela-sela meninjau Kampung Bulu Po'ronng, Dusun Tepu, Desa Rappolemba, Rabu (23/10).
Judas Amir Hadiri Acara KPK di Makassar, Ada Apa?
Istri Sah Jual Suami Rp 100 Juta ke Wanita Lain, Sempat Ditawar, Lega Karena Masalahnya Selesai
PDAM Mamasa Putuskan 600 Meteran Pelanggan, Kok Bisa?
Karaeng Kio, sapaan, menginstruksikan pendataan mulai dari rumah yang rusak berat, rusak ringan dan rusak sedang untuk ditindaklanjuti.
Karaeng Kio minta kepada warga agar terus meningkatkan kehati-hatiannya dengan melihat kondisi cuaca angin kencang yang tidak menentu.
"Mari kita saling bekerjasama, menjaga kekompakan kita semua agar masalah ini dapat teratasi dengan sangat baik," ujarnya.
Dalam peninjauannya, ia pun menyerahkan bantuan kebutuhan makanan ke seluruh korban rumah rusak akibat angin kencang.
Bantuan yang diserahkan berupa beras, mie instan, air mineral, dan makanan ringan seperti baskuit.
Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Laporan wartawan @sammy_rexta
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rumah-adat-di-kecamatan-sesenapadang-mamasa-diterjang-angin-kencang.jpg)