Manulife Dekati Pensiunan, Luncurkan Produk MiFuture Income Protector

Manulife Dekati Pensiunan, Luncurkan Produk MiFuture Income Protector dirancang untuk para nasabah yang menginginkan ketenangan jangka panjang

Manulife Dekati Pensiunan, Luncurkan Produk MiFuture Income Protector
Rilis Manulife
Chief Agency Officer Manulife Indonesia, Jeffrey Kie 

Manulife Dekati Pensiunan, Luncurkan Produk MiFuture Income Protector

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Manulife Indonesia meluncurkan solusi perlindungan MiFuture Income Protector (MiFIP), yang dirancang untuk para nasabah yang menginginkan ketenangan jangka panjang dan tidak terpengaruh oleh pergerakan pasar.

Dipasarkan melalui jalur keagenan, produk asuransi tradisional ini memberikan berbagai manfaat hingga enam kali jumlah premi yang dibayarkan sehingga nasabah siap menghadapi hari tua.

Chief Agency Officer Manulife Indonesia, Jeffrey Kie mengatakan, selama lebih dari 34 tahun di Indonesia.

Baca: Sempat Miskin, Menteri di Kabinet Indonesia Maju Jokowi - Maruf Amin Eks Sopir Angkot dan Jual Koran

Baca: INFO TERBARU CPNS 2019: Dibuka November, Cara Daftar sscasn.bkn.go.id, Lengkap Besaran Gaji Terbaru

Baca: TERNYATA Mendikbud, Nadiem Makarim Lahir & Lulus SMA di Singapura, Latar Belakang Pendidikan Bisnis

"Kami berkomitmen kuat untuk terus membantu memudahkan hidup masyarakat Indonesia pada setiap tahap kehidupannya, termasuk hari tua mereka. Dengan MiFIP, masyarakat tidak perlu khawatir akan income atau pendapatan tetap terutama ketika mereka sudah tidak lagi bekerja," ujar Jeffrey dalam rilisnya, Kamis (24/10/2019).

Merujuk pada data Manulife Investor Sentiment Index (MISI) yang diluncurkan tahun 2017, sebagian besar masyarakat Indonesia optimis akan hari tua mereka serta memiliki ekspektasi untuk memiliki 57 persen lebih baik dari gaya hidup saat ini.

Hanya 19 persen investor yang merasa khawatir akan kehabisan uang pada masa pensiun nanti.

Namun, meskipun pensiun berada dalam tiga besar prioritas keuangan utama, mayoritas investor hanya dapat menyiapkan dana pensiun kurang dari Rp 100 juta, yang notabene akan habis dalam 2-3 tahun dengan rata-rata pengeluaran rumah tangga Rp 4 juta per bulan.

“Senang sekali melihat optimisme masyarakat Indonesia akan masa depan. Namun optimisme tersebut tidak dapat diraih dalam sekejap," katanya.

Perusahaan juga harus mengantisipasi berbagai risiko kehidupan untuk mencegah bergantung pada anak dan menjadikan mereka beban.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved