Kesaksian Korban Angin Kencang di Tompobulu Gowa
Kesaksian Korban Angin Kencang di Tompobulu Gowa. Herman (20) masih ingat betul ketika angin kencang menerjang tempat tinggal mereka
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Suryana Anas
Kesaksian Korban Angin Kencang di Tompobulu Gowa
TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Herman (20) masih ingat betul ketika angin kencang menerjang tempat tinggal mereka, Minggu (20/10/2019) pagi itu.
Herman adalah pemuda Kampung Bulu Po'ronng, Dusun Tepu, Desa Rappolemba Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa.
Menurutnya, kondisi angin saat itu memang tidak seperti di hari-hari biasanya. Bersamaan dengan tiupan angin, atap rumah miliknya terangkat.
Baca: Sempat Miskin, Menteri di Kabinet Indonesia Maju Jokowi - Maruf Amin Eks Sopir Angkot dan Jual Koran
Baca: INFO TERBARU CPNS 2019: Dibuka November, Cara Daftar sscasn.bkn.go.id, Lengkap Besaran Gaji Terbaru
Baca: TERNYATA Mendikbud, Nadiem Makarim Lahir & Lulus SMA di Singapura, Latar Belakang Pendidikan Bisnis
"Sekitar jam 8 lewat kejadiannya. Suara angin memang kita dengar," kata Herman, Rabu (23/10/2019).
"Bersamaan dengan angin atap rumah saya langsung terangkat dari depan sampai belakang," imbuhnya.
Ia melanjutkan, setelah kejadian dan angin berkurang dirinya pun langsung menutupi atap yang bocor dengan terpal seadanya.
"Hari pertama kejadian saya sama istri mengungsi di tetangga sebelah rumah karena mereka tidak terkena dampaknya," kisahnya.
Ia mengungsi selama satu hari. Hari kedua sampai saat ini, Herman sudah kembali ke rumah sambil memperbaiki atap rumah yang rusak.
Di lokasi yang sama Nurhayati (41) mengatakan, kondisi rumahnya rusak di bagian dinding kamar dan atap.
"Rumah saya tidak terlalu parah, hanya dinding kamar satu sisi dan atap bagian belakang rumah," beber Nurhayati.
Menurutnya, kerusakan parah dialami oleh orang tua saya. Satu rumah atapnya roboh. Ia bersyukur, tiupan angin kencang itu tidak merenggut nyawa orang tuanya.
"Allhamdulilah saat kejadian tidak ada korban yang kena," katanya.
Ia menaruh harapan kepada pemerintah untuk diberikan bantuan berupa atap rumah (seng). Apalagi yang rumahnya rusak berat.
"Bantuan atap seng ini kami butuhkan karena melihat sudah hampir memasuki musim hujan," bebernya.