Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bupati Gowa Jadi Peserta Terbaik Pemaparan Esai Lemhannas 2019

Bupati Gowa Jadi Peserta Terbaik Pemaparan Esai Lemhannas 2019 pada Program Pemantapan Pimpinan Daerah Angkat (P3DA)

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/ARI MARYADI
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. 

Bupati Gowa Jadi Peserta Terbaik Pemaparan Esai Lemhannas 2019

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menjadi peserta terbaik dalam pemaparan essai pada Program Pemantapan Pimpinan Daerah Angkat (P3DA) X Lemhanas RI 2019.

Esai tersebut dipaparkan dalam bidang studi Empat Konsensus Dasar Bangsa (SBS) Ketahanan Nasional di Jakarta.

Orang nomor satu Pemkab Gowa ini mengangkat isu ketahanan pangan. Judulnya "Implementasi Ketahanan Pangan Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Gowa".

Baca: Sempat Miskin, Menteri di Kabinet Indonesia Maju Jokowi - Maruf Amin Eks Sopir Angkot dan Jual Koran

Baca: INFO TERBARU CPNS 2019: Dibuka November, Cara Daftar sscasn.bkn.go.id, Lengkap Besaran Gaji Terbaru

Baca: TERNYATA Mendikbud, Nadiem Makarim Lahir & Lulus SMA di Singapura, Latar Belakang Pendidikan Bisnis

Adnan menuturkan, ketahanan pangan berperan strategis dalam mendukung ketahanan nasional. Pangan bukan hanya sebagai komoditi ekonomi.

Tetapi juga merupakan komoditi yang memiliki fungsi sosial dan politik, baik lokal, regional, nasional maupun global.

"Ketahanan pangan memiliki pengaruh yang penting terhadap ketahanan ekonomi. Apalagi dengan melihat pertumbuhan penduduk, maka kebutuhan pangan merupakan kebutuhan dasar yang berkelanjutan," katanya dalam rilis yang diterima Tribun, Kamis (24/10/2019).

Menurutnya, kebutuhan akan ketersediaan pangan yang cukup, aman dan berkualitas semakin menjadi tuntutan.

Pasalnya, pangan menjadi kebutuhan dasar manusia untuk dapat hidup dan melakukan aktivitas sehari-hari, sementara ketahanan pangan adalah jaminan bagi manusia untuk hidup sehat dan bekerja secara produktif.

Ia mengungkapkan, di Kabupaten Gowa sendiri sektor pertanian masih memegang peranan penting dalam struktur perekonomian.

Hal ini dapat dilihat pada kontribusi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Gowa, di mana pada 2015 hingga 2018 selalu berada di posisi terbesar kontribusinya.

"Kabupten Gowa berada pada urutan kedua sektor perdagangan, urutan ketiga sektor kontruksi, dan urutan keempat sektor real estate," terangnya.

Meskipun posisi terbesar yaitu 29,11 persen pada 2018, kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB cenderung menurun setiap tahunnya, padahal produksi beras terus naik.

Pada 2016 produksi beras capai 382.147 ton, 2017 naik menjadi 401.979 ton, 2018 naik 408.899 ton dan 2019 naik menjadi 412.964 ton.

Penurunan ini tentunya karena pengaruh sektor lain yang pertumbuhannya cukup besar yaitu perdagangan, konstruksi dan real estat karena kontribusinya di atas 8 persen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved