Wali Kota Makassar Ungkap Masa Lalu Syahrul Yasin Limpo, Mulai Saat Wagub Sulsel Hingga Gubernur

Syahrul alumnus Fakultas Hukum Unhas. Dia juga doktor hukum di Unhas. Pendidikan formal tak berlatar belakang pertanian, tapi kiprahnya luar biasa

Wali Kota Makassar Ungkap Masa Lalu Syahrul Yasin Limpo, Mulai Saat Wagub Sulsel Hingga Gubernur
KOMPAS.COM
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo 

Syahrul alumnus Fakultas Hukum Unhas, Dia juga doktor hukum di Unhas. Di penghujung masa jabatannya sebagai gubernur, sempat beredar kabar Unhas akan mengukuhkan Syahrul sebagai Guru Besar.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulsel 2008-2018 Syahrul Yasin Limpo dilantik menjadi Menteri Pertanian Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Rabu (23/10/2019) pagi ini. Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin dilantik menggantikan Andi Amran Sulaiman.

Syahrul sudah diprediksi bakal masuk dalam jajaran kabinet periode 2019-2024 ini. Hanya saja, posisinya belum jelas hingga Rabu pagi ini. Hingga akhirnya Syahrul Yasin Limpo diumumkan sebagai Menteri Pertanian. 

Meski berlatar belakang pendidikan formal hukum, kiprah Syahrul di bidang pertanian bukan hal baru, Syahrul sudah bergelut dengan pengembangan pertanian sejak masih menjadi Camat Bontonompo, Gowa, Wakil Gubernur Sulsel, hingga Gubernur Sulsel.

Syahrul alumnus Fakultas Hukum Unhas, Dia juga doktor hukum di Unhas. Di penghujung masa jabatannya sebagai gubernur, sempat beredar kabar Unhas akan mengukuhkan Syahrul sebagai Guru Besar.

Pendidikan formal Syahrul bukan pertanian. Tapi kiprahnya sangat identik dengan pertanian.  Bahkan salah satu pilar utama kemajuan pertanian Indonesia saat ini, TNIbertani, disebut-sebut berasal dari ide Syharul.

Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Samad Suhaeb, mengungkapkan sejarah tentara bertani di Indonesia.
Menurutnya, tentara masuk desa untuk bertani itu diawali dari inisiator Syahrul Yasin Limpo.

Makanya Pak Syahrul sangat pas menjadi menteri pertanian," ujar Iqbal di Makassar.

Menurut Iqbal, sejarah tentara bertani itu berawal dari pelatikan Babinsa oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulsel. "Waktu itu, sekitar tahun 2007, Pak Syahrul di awal masa jabatan sebagai Wakil Gubernur Sulsel," jelas Iqbal.

"Waktu itu saya sebagai kepala bidang pengembangan di Badan Diklat Sulsel. diminta merancang diklat untuk babinsa. Diklat tersebut kerja sama sama dengan diklat Prov Sulsel, Rindam Pakkatto, dan Balittan Maros," kata Iqbal menambahkan.

Menurutnya, di masa itu, masalah pertanian lebih banyak diurusi oleh wakil gubernur."Pak Syahrul minta saya bikin acara pelatihan kerja sama dengan TNI. Lalu kita bikin pelatihan Babinsa. Tujuan agar Babinsa terlibat melindungi petani dari penyeludupan dan penampungan pupuk," jelas Iqbal.
Kerja sama itu semakin ditingkatkan setelah SYL jadi gubernur.

"Akhirnya kita bikin kerja sama lebih lanjut dengan melibatkan Balai Pendidikan Pertanian di Maros. Itulah yang terus berlanjut hingga kerja sama lebih luas, tentara bertani," kata Iqbal.(*)

BACA SELENGKAPNYA DI TRIBUN TIMUR CETAK EDISI RABU, 23 OKTOBER 2019

Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved