Anak Dibawah Umur Lepas Keperawanan Lewat Mucikari, Segini Tarif Sekali 'Pakai'

Y dan GG diketahui menjual sejumlah gadis ke pria hidung belang dengan tarif cukup fatastis, yakni Rp 20 juta untuk sekali kencan.

Anak Dibawah Umur Lepas Keperawanan Lewat Mucikari, Segini Tarif Sekali 'Pakai'
Tribunnews.com
Tarif 20 juta Sekali Kencan, Gadis Desa Dijual ke Pria Hidung Belang hingga Dikirim Lintas Provinsi. (ilustrasi) 

Dua tersangka wanita yaitu SA (40) dan SZ (23), warga Jalan Kesatria, Kelurahan Satria, Binjai diamankan oleh polisi yang menyaru untuk membongkar praktik perdagangan manusia dalam waktu yang belum lama ini.

Salah seorang pelaku adalah saudara dari korban yang tidak lain adalah bibinya sendiri, adik dari ibu kandung korban.

Begitu kedua pelaku beranjak pergi dengan uang yang sudah ditangan.

Masih Sibuk & Belum Sempat Menjenguk Nunung, Sule Unggah Foto dan Pesan Menyentuh Ini

Darwis Bastama: Golkar Butuh Figur Pemimpin Seperti NH

Tiket Final Piala Indonesia Habis Terjual, Hingga Sore Ini Suporter Berdatangan di Mattoangin

Menurut polisi, kedua wanita yang ditangkap tersebut memiliki peranan yang berbeda.

Tersangka AS berperan sebagai muncikari (germo) yang akan menjual korban, sedangkan SZ yang tak lain adalah bibi adik dari ibu kandung korban.

"Orangtuanya belum bisa dipastikan apakah tahu anaknya dijual," kata Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu M Syarif Ginting.

"Karena kita belum dapat informasi itu," lanjutnya.

Korban sudah kita pulangkan ke rumah kakeknya di Kuala, Langkat. Karena tidak ketemu ibunya," urainya.

Ia melanjutkan, saat mengamankan pelaku, posisi gadis kecil itu juga sedang berada dilokasi lantaran dibawa oleh bibinya.

"Sewaktu diamankan korban juga berada di TKP.

Tapi dia sudah kita pulangkan. Korban tahu mau dijual.

Remaja yang akan dijual berinisial DP (14) merupakan warga asal Kabupaten Langkat.

Remaja belia ini ditawarkan oleh pelaku seharga Rp 10 juta.

"Beruntung, penerima tawaran adalah polisi yang menyaru," kata Syarif, Selasa (23/7/2019) seperti dikutip TribunnewsBogor.com dari TribunMedan.

Syarif menjelaskan bahwa pihaknya mendapat informasi dari masyarakat ada anak di bawah umur yang akan dijual untuk melayani pria hidung belang.

Kemudian, pihaknya mengatur rencana untuk meringkus pelaku trafficking tersebut.

Polisi menyamar sebagai pembeli dan melakukan kontak dengan kedua tersangka.

Setelah disepakati akan diserahkan di Hotel Milala, Jalan Binjai KM 13, Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Deliserdang.

Polisi bergerak ke Hotel yang dimaksud dan bertemu dengan kedua pelaku.

Di sana, kedua tersangka meminta uang sebesar Rp10 juta sebagai jasa untuk mendapatkan layanan DP.

"Korban dijual Rp 10 juta. Kita kasih Rp 5 juta dan akan membayar sisa kekurangan via ATM.

Katanya hasil itu untuk biaya sekolah.

Uang Rp 10 juta belum tahu korban dijanjikan berapa.

Cuma memang katanya untuk biaya masuk SMP korban," beber Syarif.

Terkait apakah masih ada korban atau tersangka lainnya, Syarif mengaku pihaknya masih mendalami kasus ini. Untuk sementara belum ada pengakuan lagi dari yang lain.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kedua pelaku dijerat pasal 2 UU RI No 21 tahun 2007 tentang perdagangan orang dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” jelas Syarif. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dua Mucikari di Bogor Tawarkan Gadis Desa ke Hidung Belang, Banderol Rp 20 Juta, https://www.tribunnews.com/regional/2019/10/23/dua-mucikari-di-bogor-tawarkan-gadis-desa-ke-hidung-belang-banderol-rp-20-juta?page=all.

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
Editor: Ansar
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved