Peringati HSN 2019, Ribuan Santri di Toabo Mamuju Sulbar Gelar Kirab
Kirab diikuti ribuan santri dari puluhan pondok pesantren di Kabupaten Mamuju dan ratusan kader Gerakan Pemudan Ansor dan Banser se Kabupaten Mamuju.
Penulis: Nurhadi | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Lomba kirab santri dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019 di Desa Toabo, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Selasa (22/10/2019).
Kirab diikuti ribuan santri dari puluhan pondok pesantren di Kabupaten Mamuju dan ratusan kader Gerakan Pemudan Ansor dan Banser se Kabupaten Mamuju.
Tidak Capai Target, Pertanahan Mamasa Gelar Sidang PPL
Peringatan HSN 2019 di Mamuju Berlangsung Meriah, Siapa yang Hadir?
Tak Tersorot, Ini Sosok Elizabeth Tjandra Istri Erick Thohir Calon Menteri Jokowi, Berparas Cantik
Tak Tersorot, Ini Sosok Elizabeth Tjandra Istri Erick Thohir Calon Menteri Jokowi, Berparas Cantik
Kembali Dipercayakan Jadi Menteri Keuangan, Ini 5 Kehebatan Sri Mulyani di Kancah Asia hingga Dunia
Kirab dengan iring-iringan marching band dari siswa Madrawah Aliyah Negeri (MAN) Mamuju melewati ruti yang ditetapkan panitia yakni mengelilingi lapangan Sepakbola Desa Toabo.
Para santri menampilkan khas pesantren mereka masing. Ada yang membawa spanduk yang dibentangkan di depan adapula yang atribut ormas Nahdlatul Wathan (NW) dan Nahdlatul Ulama (NU).
Pelaksanaan kirab tersebut diinisialisi oleh pihak Kementerian Agama Mamuju bekerjasama dengan pihak Pondok Pesantren Muftahul Ulum Toabo dan GP Ansor Mamuju.
Adapun pemenang lomba kirab yakni Pondok Pesantren Miftahul Ulum sebagai juara satu, juara dua Pondok Pesantren Ar Rahman Kabuloang, juara tiga Pondok Pesantren At Taufiq Topore dan juara empat Madrasah Boarding School (MBS) Muhammadiyah Mamuju.
Ketua GP Ansor Mamuju Sahril mengatakan kirab tersebut adalah bagian dari syiar untuk memperkenalkan pesantren kepada masyarakat luas.
"Juga sebagai bagaian dari cara untuk merepleksi perjuangan kaum santri dalam merebut kemerdekaan di tangah para penjajah yang dimulai dengan resolusi jihad pendiri NU Hadratussyekh KH Hasyim Asyiari,"kata Sahril.
Dikatakan, santri patut bersyukur dan bangga karena dalam peringatan hari santri 2019 terasa istimewa dengan hadirnya Undang-undang Nomor 18 tahun tentang pesantren.
"Ini memastikan bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan tapi juga fungsi dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Inilah yang ingin kita syiarkan kepada masyarakat lewat kirab,"tuturnya.(tribun-timur.com).
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @nurhadi5420
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/peringatan-hari-santri-nasional-hsn-2019-di-desa-toabo.jpg)