Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pagar Mattoanging Digemboki, PSM Vs Madura Dipastikan Terganggu

Ada tiga pagar yang terkunci, masing-masing dua di Jl Cendrawasih, satu di Jl Mappanyukki, dan hanya menyisahkan satu akses masuk di Jl Kakatua.

Penulis: Wahyu Susanto | Editor: Ansar
wahyu/tribun-timur.com
Pagar Stadion Mattoanging Makassar, mulai dikunci dan hanya menyisahkan satu pintu masuk di Jl Kakatua, Makassar, Selasa (22/10/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pagar Stadion Mattoanging, Makassar terkunci rapat setelah dilakukan pengelasan.

Ada tiga pagar yang terkunci, masing-masing dua di Jl Cendrawasih, satu di Jl Mappanyukki, dan hanya menyisahkan satu akses masuk di Jl Kakatua.

Kondisi ini, pun berdampak pada laga PSM Makassar versus Madura United pada pekan 24 di Mattoanging, Kamis (24/10/2019) nanti.

Besok Pansus Tatib DPRD Sulsel Kunjungan ke Surabaya, Ada Apa?

Canon Luncurkan Printer Kekinian, Cocok Jadi Interior Rumah

FOTO: Pasca Pelantikan Permintaan Poster Presiden dan Wakil Presiden RI Meningkat

Di mana pelaksanaan event pertandingan terganggu karena akses masuk hanya satu.

Padahal sebelumnya, ketiga pagar yang kini tidak bisa dibuka adalah akses masuk dan keluar sejumlah element pertandingan terutama kendaraan.

Misalnya, di pintu di Jl Cendrawasih merupakan akses keluar masuk bus tim PSM, tim lawan, hingga mobil yang membawa perlengkapan pertandingan di stadion.

Sementara untuk akses di Jl Mappanyukki, biasanya digunakan suporter untuk masuk dan keluar area stadion.

"Pastilah terganggu. Soalnya kalau hanya satu akses mana bisa. Pastinya akan menumpuk di Jl Kakatua," keluh Ketua Panpel PSM, Ali Gauli Arif, Selasa (22/10/2019).

Ulli sapaan akrabnya berharap, pihak yang bermasalah bisa paham betul dengan kondisi PSM.

Besok Pansus Tatib DPRD Sulsel Kunjungan ke Surabaya, Ada Apa?

Canon Luncurkan Printer Kekinian, Cocok Jadi Interior Rumah

FOTO: Pasca Pelantikan Permintaan Poster Presiden dan Wakil Presiden RI Meningkat

Sebab sejatinya, tim asal Makassar, Sulsel tersebut telah memberikan kontribusi berupa sewa pakai kepada YOSS.

"Sehingga tolong, jangan kami jadi korban. Masing-masing lah bisa saling memahami situasi PSM," tegas Ulli.

Diketahui markas Laskar Pinisi itu, memang menjadi perebutan antara Pemprov Sulsel dan pihak yayasan, YOSS.

Pemprov Sulsel berniat mengambil alih aset negara yang telah dikuasai oleh yayasan selama 30 tahun lebih.

Hanya saja, YOSS ogah memberikan aset dengan mudah.

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @wahyususanto_21

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved