Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Rencana Pembangunan Bendungan PLTA Pokko, Wabup Mamasa Bilang Begini

Tak hanya di Pinrang sendiri, bahkan rencana pembangunan, juga menuai penolakan bagi warga di empat desa di Kecamatan Messawa, Mamasa, Sulawesi Barat.

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Ansar
semuel/tribunmamasa.com
Wakil Bupati Mamasa, Marthinus Tiranda 

TRIBUNMAMASA.COM, MESSAWA - Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Pokko di Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulsel menuai penolakan.

Tak hanya di Pinrang sendiri, bahkan rencana pembangunan, juga menuai penolakan bagi warga di empat desa di Kecamatan Messawa, Mamasa, Sulawesi Barat.

Seperti sebelumnya telah dilansir Tribunmamasa.com, rencana pembangunan itu ditolak karena dianggap akan berdampak buruk bagi masyarakat.

Satuan Sabhara Polres Parepare Bagikan Air Bersih Kepada Warga

Dua Warga Penyandang Disabilitas di Tongko Sarapung Tator, Dapat Bantuan ini

LINK Live Streaming dan Susunan Acara Pelantikan Presiden dan Wapres Jokowi-Maruf Amin 20 Oktober

Pasalnya, jika PLTA tersebut dipaksakan, maka dipastikan dapat menenggelamkan empat desa di wilayah Kabupaten Mamasa menjadi lokasi bendungan.

Dan dua desa Wilayah Pinrang yang menjadi lokasi pembangunan PLTA.

Ribuan masyarakat, perumahan dan bangunan pemerintah serta kebun dan sawah akan menjadi dampak dari pembangunan PLTA tersebut.

Menanggapi persoalan itu Wakil Bupati Mamasa, Marthinus Tiranda mengatakan, terkait rencana pembangunan itu dibenarkan ada empat desa yang akan terancam tenggelam.

Sebagai pemerintah daerah, ia berharap agar pihak terkait melakukan sosialisasi yang baik kepada masyarakat.

Alasannya agar rencana pembangunan tersebut tidak dianggap sebagi sebuah ancaman oleh masyarakat.

Satuan Sabhara Polres Parepare Bagikan Air Bersih Kepada Warga

Dua Warga Penyandang Disabilitas di Tongko Sarapung Tator, Dapat Bantuan ini

LINK Live Streaming dan Susunan Acara Pelantikan Presiden dan Wapres Jokowi-Maruf Amin 20 Oktober

Dalam kapasitas Pemda, Marthinus mengaku tidak dapat menolak pembangunan itu karena merupakan program pemerintah pusat.

"Namun ia sebagai pemerintah daerah, kami harus memperjuangkan masyarakat kami," kata Marthinus Tiranda saat ditemui di ruang kerjanya Kamis (17/10/2019) siang tadi.

Sudah sepatutnya lanjut dia, apa yang disampaikan masyarakat, aakn di dengar lalu disampaikan kepada pihak yang berkepentingan.

Ia berharap agar aspirasi masyarakat akan menjadi pertimbangan bagi pihak pelaksana.

"Kita berharap ini akan menjadj pertimbngan oleh yang berkaitan," harapnya. (tribuntimur.com)

Laporan wartawan @sammy_rexta

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved