Ditabrak Jupiter Saat Menyeberang, Staf Dinas Pertanian Mamasa Tewas
Ia meninggal dunia setelah ditabrak oleh pengendara motor yang melaju kencang dari arah kota Mamasa ke Polewali.
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Yohanis (39), Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, meninggal dunia setelah ditabrak motor.
Korban bertugas di Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa.
Yohanis merupakan warga Pangkali, Desa Rambusaratu, Kecamatan Mamasa.
Baca: Buser Polres Pangkep Tangkap Penadah Motor Curian di Panakkukang Makassar
Ia meninggal dunia setelah ditabrak oleh pengendara motor yang melaju kencang dari arah kota Mamasa ke Polewali.
Berdasarkan keterangan Kepala Satlantas Polres Mamasa Iptu Jumanto Agung, kejadiannya sekira pukul 8.30 wita.
Lokasi kejadiannya berada di jalan poros Mamasa - Polewali tepatnya di Desa Osango, Kecamatan Mamasa, samping BPD.
Baca: Kisah Pilu M: Disekap 9 Tahun di Kamar Mandi oleh Orangtua, Makan Seperti Kucing
Kronologisnya, berawal saat motor Yamaha Jupiter MX nomor polisi DD 5687 MC yang dikendarai oleh Ayub, warga Desa Paladan, Kecamatan Sesenapadang, melaju kencang.
Di TKP, Ayub diduga kehilangan kendali hingga menabrak Yohanis yang hendak menyeberang jalan dengan berjalan kaki.
"Sebelum terjadinya kecelakaan pengendara sepeda motor dalam kecepatan tinggi, tiba-tiba dari arah timur ke barat pejalan kaki melintas," kata Iptu Jumanto Gung sore tadi.
Baca: BOCORAN Menteri-menteri Jokowi Maruf Amin, Sandiaga Mantan Prabowo Akan Jabat Menteri BUMN?
Korban sempat dilarikan ke PKM dan selanjutnya dirujuk ke rumah sakit di Polman.
Namun di tengah perjalanan, nyawa Yohanis tidak tertolong sehingga langsung dipulangkan ke Mamasa.
Baca: Ina Yuniarti, Wanita Penyebar Video Viral Ancaman Pemenggalan Kepala Jokowi Divonis Bebas
Saat ini korban disemayamkan di rumahnya di Desa Rambusaratu.
Sementara pelaku bernama Ayub diamankan di Kantor Polres Mamasa.
Beberapa waktu setelah kejadian, pihak Satlantas Polres Mamasa menyerahkan santunan Jasa Raharja sebesar Rp 50 juta kepada keluarga korban.
Baca: Gubernur Sulbar Minta REI Bangun Perumahan Sehat
Hendak Mengungsi, Pria Asal Toraja Utara Tewas Kecelakaan di Jayapura
Jenazah seorang pengungsi Wamena, Papua, asal Toraja Utara, tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Senin (7/10/2019) malam.
Jenazah pria bernama Isak Ponda tersebut, diterbangkan dari Jayapura menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, dengan pesawat komersil.
Jenazah Isak Ponda tiba sekitar pukul 20.30 Wita, di area kargo bandara yang letaknya di Kecamatan Mandai tersebut.
TERNYATA Ini Sosok Pria dalam Video Syur Bebby Fey Lawan Atta Halilintar: Dibilang Tak Akan Nafsu!
Lawan Petahana di Pilkada Luwu Utara, Mantan Bupati Arifin Junaidi Bantah Takut Istri
Sabrina Claudio feat Zayn Malik Lucurkan Lagu Rumors, Ini Lirik, Lengkap dengan Terjemahan
Saat jenazah tiba, sejumlah keluarga Isak Ponda telah memadati area kargo.
Tante korban, Elis, mengatakan ponakannya tersebut meninggal dunia, setelah mengalami kecelakaan lalu lintas.
Isak mengalami kecelakaan tunggal menggunakan sepeda motor, saat berada di Jayapura.
"Dia ikut mengungsi ke Jayapura, setelah Wamena saat itu mengalami kerusuhan," kata Elis kepada tribun-maros.com, Senin (7/10/2019).
Saat berada di Jayapura, kata dia, Isak hendak menuju ke camp pengungsian.
"Belum sampai di tempat pengungsian, ia kecelakaan. Rencananya ia mau daftar bersama omnya, untuk kembali ke Makassar, tapi kecelakaan di jalan," tuturnya.
Saat ini, jenazah Isak Ponda telah dibawa ke Toraja Utara untuk dimakamkan.
Terpisah, gelombang pengungsi terus berdatangan ke Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros.
Siang tadi, sebanyak 172 pengungsi akibat rusuh Wamena, kembali tiba di Lanud Hasanuddin.
TERNYATA Ini Sosok Pria dalam Video Syur Bebby Fey Lawan Atta Halilintar: Dibilang Tak Akan Nafsu!
Lawan Petahana di Pilkada Luwu Utara, Mantan Bupati Arifin Junaidi Bantah Takut Istri
Sabrina Claudio feat Zayn Malik Lucurkan Lagu Rumors, Ini Lirik, Lengkap dengan Terjemahan
85 orang pengungsi tersebut, merupakan warga asal Sulsel.
Sekadar diketahui, hingga hari ini, tercatat sebanyak 729 pengungsi yang tiba di Lanud Hasanuddin.
Sebanyak 279 pengungsi di antaranya, merupakan warga Sulsel.
Selain melalui Lanud Hasanuddin, gelombang pengungsi Wamena, juga tiba melalui Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Kerusuhan di Wamena, terjadi pada Senin (23/9/2019) lalu.
Laporan Wartawan Tribun Timur, @amir_eksepsi
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Kecelakaan Maut di Majene, Seorang Pengendara Motor Tanpa Identitas Tewas, 1 Luka
Kecelakaan maut menewaskan pengendara motor di Desa Bonde, Kecamatan Pamboang, Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).
Kecelakaan itu terjadi Rabu dini hari, (9/10/2019), sekira pukul 04.00 WITA.
Korban tewas merupakan pengendara motor Yamaha Mio matic bernomor Polisi DC 3194 OC.
Baca: Terduga Dalang Kerusuhan Papua Benny Wenda Pasang 6 Syarat Ketemu Jokowi, Wiranto Ungkap Bahayanya
Baca: Lowongan Kerja SMA D3 S1 - PT Astra Honda Motor Terima Karyawan Besar-besaran, Link Daftar Online
Baca: Cara Aktifkan Instagram Dark Mode, Mode Gelap Facebook, WhatsApp, Twitter, Gmail di Android dan iOS
Korban yang tidak diketahui identitasnya itu ditemukan tergeletak tak bernyawa.
Tubuhnya terbujur kaku di tengah jalan dengan kepala bersimbah darah.
Warga, Ilham mengatakan, korban kecelakaan tersebut sulit dikenali.
Apalagi tak ditemukan identitas penduduk pada tubuh korban.
Saat ini korban sudah dilarikan ke RSUD Majene.
Sementara itu, rekan korban juga dilarikan ke RSUD Majene.
Nyawanya masih tertolong namun tak sadarkan diri.
Korban diketahui bernama Suparto alamat Matakali, Polewali Mandar (Polman).
Enam Pengedar Sabu-sabu di Majene Ditangkap
Satnarkoba Polres Majene membekuk enam orang terduga pengedar narkoba jenis sabu-sabu.
Pengedar narkoba yang berhasil ditangkap yakni Sudirman (30) dan Muhammad Alfian (30) asal Desa Banua Sendana, Kecamatan Sendana.
Jangkau Aspirasi Milenial, Ashabul Kahfi Siapkan Layanan Aduan Online
Warga Desa Tondongkura Pangkep Panen Bawang Merah Kualitas Bima
Hari Batik Nasional, Wakil Wali Kota Parepare Bangga dengan Karya Budaya Bangsa Indonesia
Ratusan Agent Properti Ramaikan Product Knowledge Cluster Silver Sand Citraland Tallasa City
Baznas Enrekang Janji Salurkan Bantuan Bagi Korban Rusuh Wamena di Desa Tuncung
Basit (31) asal Timbo-Timbo, Kelurahan Pangaliali, Banggae dan Samridal (22) asal Desa Sulai, Kecamatan Ulumanda.
Serta dua lainnya, Noviarno (26) asal Desa Alu, Kecamatan Alu, Polman, Zainuddin (28) asal Desa Batulaya, Kecamatan Tinambung, Polman.
Enam pengedar sabu-sabu tersebut ditangkap terpisah.
Kasatnarkoba Polres Majene, AKP Muh Ikhsan menjelaskan, pengungkapan kasus narkoba itu dilakukan dengan cara menjebak pelaku. Petugas berpura-pura membeli narkoba dari pelaku.
"Ada juga pengembangan dari kasus jambret," jelas Muh Ikhsan, Rabu (2/10/2019).
Dari tersangka Sudirman, Polisi berhasil menyita empat paket sabu-sabu dibungkus plastik. Beratnya masing-masing, 1.02 gr, 1.01 gr, 1.06 gr, dan 1 gr.
Sementara dari tangan Alfian ditemukan dua plastik berisi sabu-sabu seberat 0,06 gr dan 0,04 gr.
Polisi juga menemukan dua bungkusan plastik berisi sabu dari tangan Noviarno. Selanjutnya Polisi menangkap Zainuddin yang menjual sabu tersebut pada Noviarno.
Dari tangan pelaku lainnya, Basit juga ditemukan dua sashet plastik berisi kristal bening.
Sedangkan pada tersangka terakhir, Samridal ditemukan enam paket sabu dibungkus plastik. Masing-masing seberat, 0,07 gr, 0,11 gr, 0,07 gr, 0,10 gr, 0,05 gr dan 0,05 gr.
Kini keenam tersangka mendekam di tahanan Polres Majene untuk proses penyidikan lebih lanjut. (Tribun Majene.com)
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/yohanisss.jpg)