Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mantan Teroris Sebut Abu Rara Bisa Membunuh Pakai Apa Saja Termasuk Pisau Dapur: Target Wiranto

Mantan Teroris Sebut Abu Rara Bisa Membunuh Pakai Apa Saja Termasuk Pisau Dapur: Target Wiranto

Editor: Hasrul
istimewa
Mantan Teroris Sebut Abu Rara Bisa Membunuh Pakai Apa Saja Termasuk Pisau Dapur: Target Wiranto 

Menkopolhukam Wiranto ramai diberitakan karena ditusuk di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019) lalu

Kejadian tak terduga ini dialami Menkopolhukam Wiranto setelah menghadiri acara di kawasan, Pandenglang, Banten

Dilihat berdasarkan jejaknya, Wiranto memang bukan orang sembarangan.

TRIBUN-TIMUR.COM - Mantan teroris Sebut Abu Rara Bisa Membunuh Pakai Apa Saja Termasuk pisau Dapur: Target Wirando

Mantan teroris Sofyan Tsauri mengatakan insiden penusukan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan ( Menkopolhukam ) Wiranto bukanlah sebuah rekayasa.

Menurutnya, insiden penusukan Wiranto tersebut hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang pernah berkecimpung di dunia terorisme.

Sofyan Tsauri mengatakan, setiap orang yang sudah tercuci otaknya dengan terorisme pasti sudah memiliki niat membunuh di waktu dan keadaan apapun, termasuk dalam kasus penusukan Wiranto tersebut.

Di tahun 2009, dirinya menceritakan seorang mantan rekannya menulis buku tentang seruan soal jihad dengan alat apapun.

Kenapa Dandim Kendari yang Dicopot Padahal Istri yang Posting Nyinyiri Wiranto? Ini Aturan Dilanggar

Alasan Istri Eks Dandim Kendari Berani Nyinyirin Wiranto di Facebook, ini Latar Belakang Keluarganya

Banyak yang Tanya Mengapa Perut Wiranto Tak Berdarah saat Ditusuk, Ini Penjelasan Dokter

Kunai Senjata Khas Ninja Jepang Digunakan Pelaku Tikam Wiranto di Banten: Bisa Hancurka Dinding!
Kunai Senjata Khas Ninja Jepang Digunakan Pelaku Tikam Wiranto di Banten: Bisa Hancurka Dinding! (Tribun Timur)

Termasuk hanya dengan sebatas pisau dapur.

Buku yang diciptakan oleh teroris Lampung Abu Yusuf itu mengintruksikan para pengikut Al-Qaeda untuk membunuh targetnya dengan pisau dapur sekalipun.

“Sehingga temen-temen itu dari dulu tidak perlu bom, bahkan dengan apa saja yang ada mereka bisa lakukan apa yang dianggap sebagai amaliyah itu,” kata Sofyan di Apa Kabar Indonesia, Jumat (11/10/2019), dikutip dari Warta Kota.

Hasil capture dari video terbaru kasus penikaman Menkopolhukam Wiranto. VIDEO VERSI TERBARU Penikaman Wiranto Beredar: Terlihat Jelas Wiranto 2 Kali Kena Tikaman Langsung.
Hasil capture dari video terbaru kasus penikaman Menkopolhukam Wiranto. VIDEO VERSI TERBARU Penikaman Wiranto Beredar: Terlihat Jelas Wiranto 2 Kali Kena Tikaman Langsung. (CAPTURE FACEBOOK SUCI LESTARI)

Kenapa Dandim Kendari yang Dicopot Padahal Istri yang Posting Nyinyiri Wiranto? Ini Aturan Dilanggar

Alasan Istri Eks Dandim Kendari Berani Nyinyirin Wiranto di Facebook, ini Latar Belakang Keluarganya

Banyak yang Tanya Mengapa Perut Wiranto Tak Berdarah saat Ditusuk, Ini Penjelasan Dokter

Sofyan menjelaskan, percobaan pembunuhan yang dilakukan Syahril Alamsyah (SA) alias Abu Rara terhadap Wiranto menjadi contoh spontanitas seseorang yang otaknya sudah tercuci dengan terorisme.

“Mereka tidak punya visi dan misi politik, kelompok-kelompok ini sederhana saja berfikirnya, mereka niat sudah ada, dan melihat target datang sendiri dan kesempatan itu ada,” kata Sofyan.

Sehingga kata Sofyan, ia meyakini Abu Rara langsung bersiap ketika mengetahui ada pejabat hadir di dekat kediamannya.

Menurut Sofyan hal itu memang terdengar janggal bagi orang-orang awam yang tidak pernah berkecimpung di dunia terorisme.

“Memang buat orang yang tidak pernah bergaul dengan kelompok-kelompok seperti kita akan blank, siapa yang nyangka, tetapi itulah,” jelas mantan anggota Jemaah Islamiyah itu.

Diberitakan Wartakotalive.com sebelumnya tersangka penyerang Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Syahril Alamsyah (SA) alias Abu Rara memang berniat untuk ditembak polisi.

Ia sudah depresi dengan semakin terpojoknya jaringan ISIS di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Divisi Humas Polri Birgjen Dedi Prasetyo.

Kenapa Dandim Kendari yang Dicopot Padahal Istri yang Posting Nyinyiri Wiranto? Ini Aturan Dilanggar

Alasan Istri Eks Dandim Kendari Berani Nyinyirin Wiranto di Facebook, ini Latar Belakang Keluarganya

Banyak yang Tanya Mengapa Perut Wiranto Tak Berdarah saat Ditusuk, Ini Penjelasan Dokter

Senjata yang dipakai tusuk Wiranto menjadi perbincangan
Senjata yang dipakai tusuk Wiranto menjadi perbincangan (Istimewa/ via Tribunnews.com)

Dedi menjelaskan menurut keterangan tersangka, Abu Rara secara spontan merencanakan penyerangan terhadap Wiranto.

Saat itu kata Dedi, Abu Rara mendengar ada pejabat yang berkunjung ke wilayah Menes, Pandegelang, Banten.

Ia mendengar ada helikopter mendarat di alun-alun yang hanya berjarak 300 meter dari kediamannya.

“Ketika dapat informasi ada helikopter mendarat dan ada pejabat akan turun, maka dia spontan langsung dari rumah jarak 300 meter ke alun-alun,” jelas Dedi dalam konverensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Saat itu secara spontan, Abu Rara mengintruksikan kepada istrinya untuk berbagi tugas penyerangan.

Abu Rara menyerang Wiranto dan istrinya menyerang Kapolda Banten.

Dedi menjelaskan, kenekatan Abu Rara menyerang Wiranto ialah karena posisi militan ISIS Indonesia semakin terjepit dengan penangkapan terduga teroris di seluruh pelosok Indonesia.

Terlebih satu di antara yang ditangkap baru-baru ini oleh densus 88 ialah bos dari Abu Rara sendiri yakni Abu Zee pentolan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi.

Abu Zee ditangkap densus 88 September lalu.

Kenapa Dandim Kendari yang Dicopot Padahal Istri yang Posting Nyinyiri Wiranto? Ini Aturan Dilanggar

Alasan Istri Eks Dandim Kendari Berani Nyinyirin Wiranto di Facebook, ini Latar Belakang Keluarganya

Banyak yang Tanya Mengapa Perut Wiranto Tak Berdarah saat Ditusuk, Ini Penjelasan Dokter

“Dia sebutkan ke kami, dia stress karena temannya ditangkap,

dia beranggapan bahwa sebentar lagi akan ditangkap, sehingga mencari momentum untuk melakukan jihad,” kata Dedi.

Bahkan kata Dedi, harapan Abu Rara ketika menyerang Wiranto ialah dapat ditembak mati oleh Kepolisian.

Sehingga anggapan jihad yang dimaksudnya telah berhasil.

“Harapannya dia yaitu ditangkap dan lakukan perlawanan semaksimal mungkin

sehingga dia ditembak polisi dengan begitu dia beranggapan bisa mati dan jihadnya berhasil,” kata Dedi.

Diberitakan sebelumnya Wiranto diserang oleh kelompok teroris saat tengah melakukan kunjungan daerah.

Saat bersalaman dengan warga, Abu Rara mendekat mencoba bersalaman dan menusuk Wiranto.

Akibat insiden itu, ajudan dan Kaposek Menes terluka tusukan.

Sedangkan Wiranto terluka sayatan di perut bagian depan.

Agum Gumelar Ungkap Operasi Wiranto Usai Ditusuk

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Kabinet Kerja, Agum Gumelar mengomentari soal tudingan rekayasa penusukan Menkopolhukam Wiranto.

Dalam pernyataannya, Agum Gumelar memaparkan kondisi Wiranto tak lama pasca ditusuk yang mengalami pendarahan cukup banyak.

Tak hanya itu, akibat 2 luka tusukan tersebut, Wiranto harus dioperasi ususnya dengan dipotong sepanjang 47 cm.

Diketahui, pada hari Kamis (10/10/2019) yang lalu, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan ( Menkopolhukam) Wiranto ditusuk seorang pria di Pandeglang, Banten.

Kondisi Wiranto saat dibawa ke RSUD Berkah Pandeglang (Istimewa)
Kondisi Wiranto saat dibawa ke RSUD Berkah Pandeglang (Istimewa) (Tribunnews.com)

Sontak, publik ramai sekali membahas soal penusukan terhadap Wiranto di berbagai media sosial.

Banyak yang mengucapkan simpati dan turut mendoakan kesembuhan Wiranto.

Dari banyaknya publik yang bersimpati atas musibah itu, rupanya ada yang menganggap kejadian penusukan Wiranto ini hanya rekayasa.

Salah satu tokoh yang menuding penusukan Amien Rais itu rekayasa ini adalah Hanum Rais, putri Amien Rais.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Tribunnews.com,Warta Kota/Desy Selviany)

Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved