Mamasa Tidak Buka Penerimaan CPNS 2019, Ini Kendalanya
Sebagaimana dilansir TRIBUN-TIMUR.COM total kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) secara nasional 2019 sejumlah 254.173 orang.
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah memastikan seleksi CPNS 2019 akan digelar pada Oktober 2019.
Diberitakan media ini bahwa total kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) secara nasional 2019 sejumlah 254.173 orang.
Rekrutmen CPNS 2019 Kian Dekat, Cek Rinican Formasi, Tahapan Seleksi dan Aturan Passing Grade
Hutan Pinus Rumbia Jeneponto Terbakar, Empat Mobil Damkar Dikerahkan
Video Preview Kualifikasi Piala Eropa 2020 & Live Streaming Ceko vs Inggris - Tantangan Harry Kane
Video Preview Kualifikasi Piala Eropa 2020 & Live Streaming Ceko vs Inggris - Tantangan Harry Kane
Wanita Bersuami Ini Tak Berkutik di-DM Istri Ajun Perwira Jennifer Jill Usai Ketahuan Chat Begini
Jumlah tersebut mencakup 100.000 ribu formasi CPNS 2019 dan 100.000 formasi P3K 2019 Tahap Kedua, dan sisanya sudah dilaksanakan pada seleksi P3K Tahap Pertama.
Meskipun demikian, pemerintah belum memastikan kepastian jadwal pendaftaran CPNS 2019.
Sementara di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, tidak akan melakukan perekrutan CPNS tahun ini.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pengadaan Pensiun dan Informasi Kepegawaian BKPP Mamasa, Yustinus, Jumat (11/10/2019) pagi tadi.
Yustinus menjelaskan, untuk pendaftaran penerimaan CPNS tahun ini, Kabupaten Mamasa tidak melakukan perekrutan.
Penyebabnya, penyusunan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) yang lebih dikenal dengan Anjab-ABK yang belum rampung hingga saat ini.
Penyusunan itu berdasarkan implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 tahun 2016, tentang Perangkat Daerah.
Atas alasan itu, dapat dipastikan Kabupaten Mamasa tidak melakukan perekrutan untuk tahun 2019.
Meski begitu, tidak berarti bahwa Mamasa tidak akan melakukan lagi perekrutan.
Hanya saja masih menunggu Anjab-ABK tersebut rampung.
Sebab Anjab-ABK menjadi tolak ukur atau barometer penerimaan CPNS.
"Di Anjab-ABK ini, akan kelihatan nantinya berapa kekurangan pegawai, berdasarkan beban kerja," jelas Yustinus. (*)
Laporan wartawan @sammy_rexta
Debit Air Berkurang, PDAM Mamasa Usulkan Penambahan Bak Penampungan
Warga di Kabupaten Mamasa mulai mengalami krisis air bersih.
Pasalnya, pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dianggap tidak lancar.
Direktur PDAM Mamasa Awaluddin mengatakan, penyebabnya adalah karena kapasitas air perdetik saat ini sangat sedikit.
TERUNGKAP ini Profesi (Pekerjaan) Abu Rara Pelaku Penusukan Wiranto, Fitri Andriana Istri Kedua
Tradisi Marimpa Salo Diharapkan Tingkatkan Wisatawan ke Sinjai
RAMALAN ZODIAK JUMAT 11 Oktober 2019: Scorpio Jauhi Konflik dan Taurus Jadi Sangat Posesif
Untuk wilayah kota Mamasa, hanya sekitar 5000 liter perdetik, yang terdiri dari dua penampungan.
"Untuk mengatasi keluhan tersebut, harus membangun bak penampungan yang kapasitasnya lebih besar," tambah Awaluddin, Kamis (10/10/2019).
Awaluddin menjelaskan, untuk sekitar wilayah kota Mamasa, PDAM masih kekurangan pasokan air sebanyak 15 liter perdetik.
"Kalau itu terpenuhi, saya kira tidak akan ada lagi keluhan dari pelanggan," ungkapnya.
Awaluddin menyebutkan, untuk mewujudkan kekurangan itu, pihaknya mengusulkan penambahan penampungan.
"Kebutuhan tersebut sudah diajukan ke kantor pusat dengan harapan dapat diterima," sebutnya.
"jadi kita usulkan untuk kapasitas 20 liter perdetik. Jika itu terpenuhi, masih ada kelebihan 5 liter perdetik," tambahnya.
Jabatan Direktur PDAM Mamasa Awaluddin Terancam Dicopot, Ini Penyebabnya
Warga masyarakat Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, khususnya bagi pelanggan kerap mengeluhkan ketersediaan air bersih oleh PDAM.
Pasalnya, pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Mamasa dianggap tidak maksimal.
Sementara di sisi lain, banyak pelanggan yang menunggak membayar tagihan air.
Padahal di waktu bersamaan, PDAM dituntut untuk sedapat mungkin memyumbang pendapatan asli daerah (PAD).
RAMALAN ZODIAK JUMAT 11 Oktober 2019: Scorpio Jauhi Konflik dan Taurus Jadi Sangat Posesif
Sekwan Masih Tunggu SK Penetapan Andi Ina Kartika dari DPP Golkar
Ketua KPU Gowa Berduka, Ibunda Meninggal Dunia
Direktur PDAM Mamasa, Awaluddin mengatakan, tunggakan tagihan air bersih masyarakat saat ini mencapai 1,9 milliar rupiah.
Ia menjelaskan, tunggakan itu diakibatkan oleh ketidakpatuhan masyarakat membayar tagihan.
" Selama ini kalau kita tagih, masyarakat minta waktu karena belum ada dana," ungkap Awaluddin Rabu (9/10/2019) pagi tadi.
Namun dengan kondisi yang terjadi saat ini, ia menegaskan agar tidak ada lagi toleransi.
Untuk mengatasi persoalan tunggakan tersebut, Ia mengaku telah meminta sejumlah kepala desa untuk membantu melakukan komunikasi ke masyarakat.
Bahkan diakui bahwa pihaknya juga bekerja sama pihak kejaksaan untuk menyelesaikan penagihan tunggakan tersebut.
Ditempat terpisah Bupati Mamasa, Ramlan Badawi mengatakan, sehubungan tunggakan itu, ia memberikan kesempatan bagi direktur untuk menyelesaiakan persoalan tersebut.
"Ada tunggakan kewajiban masyarakat ke PDAM kurang lebih sebesar 1,9 miliar rupiah," kata Ramlan.
Menurutnya, tunggakan sebesar itu bukan persoalan kecil, sebab hal itu juga sesuai dengan hasil pemeriksaan BPK, yang meminta PDAM melakukan pembenahan.
Dengan demikian, ia mengaku memberikan kesempatan bagi direktur PDAM menyelesaikan persoalan itu.
Jika tidak, maka ia mengancam untuk meberhentikan Awaluddin sebagai direktur.
"Saya berikan waktu kepada ditektur selama enam bulan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Jika dalam waktu tersebut tidak mampu menyelesaikan permasalahan yang ada, maka akan dilakukan evaluasi, kalau tidak beres, saya akan berhentikan," sambungnya menutup percakapan.
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/informasi-kepegawaian-bkpp-mamasa.jpg)