Forum Puspa Maros Terbentuk, Sasar Perempuan dan Anak
Pelatihan bagi anggota Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraann Perempuan dan Anak (PUSPA).
Penulis: Amiruddin | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia menggelar pelatihan Pengarusutamaan Gender (PUG), Pemberdayaan Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak (PUHA).
Pelatihan bagi anggota Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraann Perempuan dan Anak (PUSPA).
Kegiatan tersebut dikerjasamakan dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Sulawesi Selatan.
Ivan Pamer Panggilan Sayang ke Ayu Ting Ting Teman Ruben Boleh Antar Bilqis ke Sekolah Enji Tidak
Kondom Model Baru Pakai Baterai Dilengkapi Tombol On Off, Kini Sudah Beredar, Berminat?
Video: 3 LINK Live Streaming Kualifikasi Piala Eropa 2020 Belanda vs Irlandia Utara - Nonton Gratis
Pelatihan diadakan di Ballroom Gardenia Hotel Best Western Makassar Jalan Bontolempangan berlangsung selama 2 (dua) hari.
Berlangsung sejak Rabu mulai dari tanggal 9 Oktober sampai hari ini, Kamis (10/10/2019).
Peserta adalah Anggota Forum PUSPA dari 10 Kabupaten/Kota se Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Maros.
Kepengurusan Forum PUSPA Maros terbentuk berdasarkan Surat Keputusan Bupati Maros Nomor : 1457/Kpts/226/VII/2019, tanggal 15 Juli 2019.
Hal itu tentang Susunan Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kabupaten Maros.
Silvianti Anggraini, Kabid Partisipasi Profesi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, hadir sebagai narasumber.
Dia mengangkat tema meningkatkan kapasitas dari anggota PUSPA di Provinsi maupun di Kabupaten/Kota.
"Puspa ini sebagai partisipasi publik untuk kesejahteraan perempuan dan anak dipandang perlu. Kami dari kementrian tidak dapat bekerja sendiri maupun dari Dinas Pemerintah Kabupaten Kota menuntaskan permasalahan yang terjadi," kata dia.
Ivan Pamer Panggilan Sayang ke Ayu Ting Ting Teman Ruben Boleh Antar Bilqis ke Sekolah Enji Tidak
Kondom Model Baru Pakai Baterai Dilengkapi Tombol On Off, Kini Sudah Beredar, Berminat?
Video: 3 LINK Live Streaming Kualifikasi Piala Eropa 2020 Belanda vs Irlandia Utara - Nonton Gratis
'Maka dari itu kami mengajak seluruh elemen seperti dalam forum ini ada unsur pemerintahan, Perbankan,
masyarakat, tokoh agama, LSM, dunia usaha dan media," lanjut dia.
Kolaborasi ini sangat kita butuhkan sebagai ajang menggalang partisipasi dan komitmen bersama untuk peduli terhadap hak - hak anak dan perempuan.
Sementara itu Askari, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Sulawesi Selatan, tujuan utama dilaksanakan kegiatan ini ada mengajak seluruh komponen untuk bersinergi menjalankan program Three Ends.
Program Three Ends menyuarakan tiga hal yakni menghentikan kekerasan pada perempuan dan anak.
Juga menghentikan perdagangan manusia, dan memberikan keadilan akses terhadap ekonomi bagi perempuan.
"Untuk itu dibutuhkan partisipasi yang melibatkan berbagai unsur sebagai upaya pencegahan. Sebagai upaya pencegahan kita harus melibatkan semua pihak. " Kata Askari.
Forum PUSPA Maros diketuai oleh Rektor Universitas Muslim Maros, Prof. Nurul Ilmi Idrus.
Hadirnya PUSPA Maros sebagai wadah bersama dari berbagai komponen berharap tercipta peran dan partisipasi masyarakat untuk lebih terlibat dalam kesejahteraan perempuan dan anak.
Termasuk pencegahan kasus-kasus yang terjadi pada perempuan dan anak.
Bagus Dibyo Sumantri, Ketua Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (KerLiP) mengapresiasi inisiatif dari DPPPA Maros atas terbentuknya Forum PUSPA Maros.
"Harapan kita semua, peran masyarakat untuk terlibat pada pendidikan, pencegahan berbagai masalah," kata Bagus.
"Dan mendorong kesejahteraan pada perempuan dan anak bisa terwujud dengan sinergitas dengan pemerintah" ujar Bagus yang juga sebagai Sekretaris PUSPA Maros. (*)
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kpppa-republik-indonesia-menggelar-pelatihan-pengarusutamaan-gender.jpg)