Tribun Wiki
10 Oktober Hari Apa? Ini Kisah di Balik Hari Kesehatan Jiwa Sedunia
Pada 1992, peringatan ini diinisiasi oleh Wakil Sekretaris Jenderal, Richard Hunter.
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Ina Maharani
Tema Pertama
Setelah 3 tahun berjalan tanpa tema, pada 1994 atas saran sejumlah pihak, dibuat tema khusus yang mengiringi peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia.
Maka, tema yang dipilih saat itu adalah “Meningkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Mental di Seluruh Dunia”.
Ketika itu, sebanyak 27 negara memberikan respons atas kampanye kegiatan ini.
Pada 3 tahun pertamanya, Hari Kesehatan Jiwa Sedunia menjadi momentum bagi pemerintah, organisasi, dan individu yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan mental, untuk mengatur program yang fokus pada aspek perawatan kesehatan mental.
Hari Kesehatan Mental Dunia tak hanya diperingati selama satu hari.
Biasanya, sejumlah kegiatan digelar sebagai upaya edukasi jangka panjang kepada masyarakat.
Di beberapa negara, program ini berlangsung selama beberapa hari, seminggu, bahkan dalam beberapa kasus sepanjang bulan.
Laporan diterima oleh federasi dari seluruh dunia setelah 10 Oktober setiap tahunnya.
Seiring perjalanan waktu, Hari Kesehatan Mental Dunia semakin berkembang.
Melalui peringatan ini, federasi membuka jalan untuk mempromosikan kesehatan jiwa dan menciptakan kesadaran tentang isu-isu yang berhubungan dengan kesehatan mental.
40 seconds of action
Tahun ini, WHO mengajak untuk turut berkontribusi terhadap masalah kesehatan mental atau kesehatan jiwa melalui tantangan bertajuk “40 Seconds of Action”.
Dikutip dari laman resmi WHO, setiap orang bisa berperan dan berkontribusi mencegah terjadinya kasus bunuh diri.
Berdasarkan data WHO, bunuh diri terjadi setiap 40 detik sekali di seluruh dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hari-kesehatan-jiwa-sedunia.jpg)