Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Raih Kemenangan Perdana di Series Pertama Liga I Putri

Mereka menang 1-0 atas Persebaya Surabaya pada laga ketiga Serie Pertama Liga 1, di Stadion Brantas Batu, Jawa Timur, Rabu (9/10/2019).

Penulis: Wahyu Susanto | Editor: Syamsul Bahri
Dok.PSM Makassar putri
Skuad PSM Makassar putri, di ajang Liga 1 2019 yang terlaksana di Stadion Brantas Batu, Jawa Timur 

Magda sapaan akrabnya merupakan gadis kelahiran Desa Gong Solok, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, 23 Maret 2000 silam.

Baca: Sebab Warga Pesta Saat Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara Ditangkap KPK, Perilaku Dia

Baca: Obat Asam Lambung Ranitidine Memicu Kanker, Inilah 5 Merek Obat Dilarang Dikonsumsi, Mulai Ditarik

Baca: Jelang Lawan Liverpool, Ini 5 Hal yang Harus Dibenahi Manchester United

Sejak mengeyam Sekolah Dasar (SD) kelas empat, ia telah memulai memainkan sih kulit bundar.

Posisinya sejak awal bermain bola sebagai gelandang.

Namun di PSM putri, ia bertindak sebagai penyerang sayap.

Penyerang sayap PSM Makassar putri, Magdalena Unyat saat berada di Kalimantan, dan diunggah di akun Instagram pribadinya, @magdalenauyat_ beberapa waktu lalu.
Penyerang sayap PSM Makassar putri, Magdalena Unyat saat berada di Kalimantan, dan diunggah di akun Instagram pribadinya, @magdalenauyat_ beberapa waktu lalu. (@magdalenauyat)

Selain bermain untuk PSM, ia juga terdaftar sebagai mahasiswi di Universitas Widya Gama Mahakam, Samarinda.

Sepak bola dan kuliah, menjadi rutinitasnya sehari-hari.

Akan tetapi, ia enggan patah semangat untuk berhenti apalagi sokongan keluarga terus mengalir kepadanya.

"Orang tua sangat mendukung sekali apalagi itu hobby saya. Orang tua cuman bilang, selagi ada tujuannya 
Silahkan ikut. Orang tua cuman bisa dukung dan bantu do'a," ucap Magda, Selasa (8/10/2019).

Dengan bermain di PSM putri, ia lantas harus jauh dari orang tua karena berpindah-pindah tempat.

Sebelum gabung di PSM putri, ia berada di Makassar untuk mengikuti seleksi pada akhir September dan melakoni latihan persiapan di Liga 1 putri.

Setelah itu, ia dan tim beserta official berangkat menuju Malang, Jawa Timur pada 4 Oktober dalam melakoni Series I grup B, Liga 1.

Baginya, rasa rindu jelas selalu ada dibenaknya selama jauh dari orang tua.

"Yang dirasakan cuman rindu dan pengen cepat ketemu (orang tua). Kalau
cuman relfon, gak puas rasanya. Rasanya pengen nangis menahan rindu," beber Magda.

Meski kerap diterpa rasa rindu, ia tetap konsisten mengejar angan-angan sejak SD yakni menjadi pesepak bola.

Apalagi, dalam menggeluti olah raga satu ini masih banyak hal yang belum ia capai.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved