Pemain PSM Putri Raih Gelar S2, Besok Diwisuda
Gadis kelahiran Minas, Kepualaun Riau, 6 November 1995 ini tercatat sebagai mahasiswa Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Penulis: Wahyu Susanto | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kiper PSM Makassar putri, Vivi Novia Eka Putri patut berbangga diri.
Sebab dijadwalkan, ia bakal mengikuti prosesi wisuda sekaligus meraih gelar S2 pendidikan olahraga.
Masih Banyak Siswa SMA Sederajat Tak Tertib Lalu Lintas di Kabupaten Wajo
DPRD Sulsel Hanya Umumkan 4 Pimpinan Defenitif, Golkar ?
Najwa Shihab Ragukan Komitmen Geridra Lawan Koruptor: Debat Panas Najwa vs Gerindra Soal RUU KPK
Mamasa Butuh Bantuan Rumah Tidak Layak Huni 30.000 Unit
Pelantikan Pejabat Parepare Berlangsung Tertutup, Jurnalis Dilarang Masuk, Ada Apa?
Gadis kelahiran Minas, Kepualaun Riau, 6 November 1995 ini tercatat sebagai mahasiswa Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Ia memulai proses kuliah sejak 2017 dan menyelesaikan tesis November 2019 ini.
Manajer PSM Makassar putri, Marlina mengatakan Vivi sudah berangkat pada Rabu siang menuju Bandung untuk segera diwisuda pada Kamis besok.
Dengan berangkatnya, ia harus absen melawan Persebaya Surabaya pada series pertama laga ketiga Liga 1 putri 2019.
"Tapi Alhamdulillah kita menang 1-0 lewat Daeng Rosma. Kemenangan ini pertama kita raih," ungkap Marlina, Rabu (9/10/2019).
Vivi sendiri mengatakan, selain menggeluti sepak bola ia memang sangat memperhatikan masalah pendidikan.
Sebab ia sangat bercita-cita menjadi seorang dosen disamping menggeluti sepak bola.
"S1 saya di Universitas Islam Riau 2013 sampai 2017. Alhamdulillah besok diwisuda untuk gelar S2," imbuhnya.
Profil Magdalena Unyat, Penyerang PSM Putri dari Kaltara, Demi Sepak Bola Rela Jauh dari Orang Tua
Magdalena Unyat, menjadi salah satu dari beberapa pemain PSM Makassar putri yang berdomisili di luar Sulsel.
Karena cita-cita sebagai pesepak bola, ia harus rela jauh dari orang tua dan kerabat terdekat di usia 19 tahun.
Magda sapaan akrabnya merupakan gadis kelahiran Desa Gong Solok, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, 23 Maret 2000 silam.
Baca: Sebab Warga Pesta Saat Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara Ditangkap KPK, Perilaku Dia
Baca: Obat Asam Lambung Ranitidine Memicu Kanker, Inilah 5 Merek Obat Dilarang Dikonsumsi, Mulai Ditarik
Baca: Jelang Lawan Liverpool, Ini 5 Hal yang Harus Dibenahi Manchester United
Sejak mengeyam Sekolah Dasar (SD) kelas empat, ia telah memulai memainkan sih kulit bundar.
Posisinya sejak awal bermain bola sebagai gelandang.
Namun di PSM putri, ia bertindak sebagai penyerang sayap.
Selain bermain untuk PSM, ia juga terdaftar sebagai mahasiswi di Universitas Widya Gama Mahakam, Samarinda.
Sepak bola dan kuliah, menjadi rutinitasnya sehari-hari.
Akan tetapi, ia enggan patah semangat untuk berhenti apalagi sokongan keluarga terus mengalir kepadanya.
"Orang tua sangat mendukung sekali apalagi itu hobby saya. Orang tua cuman bilang, selagi ada tujuannya
Silahkan ikut. Orang tua cuman bisa dukung dan bantu do'a," ucap Magda, Selasa (8/10/2019).
Dengan bermain di PSM putri, ia lantas harus jauh dari orang tua karena berpindah-pindah tempat.
Sebelum gabung di PSM putri, ia berada di Makassar untuk mengikuti seleksi pada akhir September dan melakoni latihan persiapan di Liga 1 putri.
Setelah itu, ia dan tim beserta official berangkat menuju Malang, Jawa Timur pada 4 Oktober dalam melakoni Series I grup B, Liga 1.
Baginya, rasa rindu jelas selalu ada dibenaknya selama jauh dari orang tua.
"Yang dirasakan cuman rindu dan pengen cepat ketemu (orang tua). Kalau
cuman relfon, gak puas rasanya. Rasanya pengen nangis menahan rindu," beber Magda.
Meski kerap diterpa rasa rindu, ia tetap konsisten mengejar angan-angan sejak SD yakni menjadi pesepak bola.
Apalagi, dalam menggeluti olah raga satu ini masih banyak hal yang belum ia capai.
"Karena saya juga pengen bermain di Timnas Indonesia putri. Cita-cita saya juga dari awal pengen main di Timnas," tegasnya.
PSM Sebagai Rumah Kedua
Magda sebenarnya belum pernah gabung di klub sepak bola melainkan hanya di tim futsa, Dewifortuna.
Namun sejak gabung PSM, kesan pertamanya adalah seeprti menemukan rumah kedua.
Sebab bersama PSM, kekeluargaan terjalin sangat erat karena tak ada yang dibedakan satu sama lain.
Apalagi, sejauh ini tim dinilainya sangat kompak sejak awal sampai saat ini.
"Luar bisa kompak. Dari pemain, pelatih, manager dan suporter. Saya bangga bisa bergabung di PSM. Saya bersyukur karena terpilih di PSM," beber gadis yang tak pilih-pilih menu makanan ini.
Oleh sebab itu, bersama PSM ia bertekat menjalani suka duka bersama tim namun tetap disiplin dalam latihan.
"Harapan saya ke depannya, semoga PSM tetap maju, tetap jaya, tetap kompak dan menjunjung tinggi sportifitas," pungkasnya.
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @wahyususanto_21
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
A
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/vivi-novia-eka-putri.jpg)