Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemkab Mamasa Mau Bangun Akses Jalan ke Talambai Jika Kehutanan Izinkan

Alasannya karena untuk mengangkut hasil pertanian masyrakat, sangat dibutuhkan infrastruktur jalan yang memadai.

Tayang:
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Syamsul Bahri
semuel/tribunmamasa.com
Jalan meuju Talambai diambil beberapa bulan lalu saat terjadi longsor 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Infrastruktur jalan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat, terutama bagi yang bekerja sebagai petani.

Alasannya karena untuk mengangkut hasil pertanian masyrakat, sangat dibutuhkan infrastruktur jalan yang memadai.

Unismuh Makassar Buka Prodi Baru S1 Perencanaan Wilayah dan Kota

IMDI STKIP DDI Pinrang Rekrut Anggota Baru, Apa Syaratnya?

Satgas Kebersihan Panakkukang Hapus Aksi Vandalisme Save KPK di Flyover

Legislator Sinjai ke Gowa Belajar Program Kotaku

Wabup Pangkep Peletakan Batu Pertama Rumah Kemas Produk Desa Bumdes Mattuju

Namun berbeda dengan Talambai, salah satu daerah di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat yang terisolasi.

Talambai merupakan lokasi perkebunan masyarakat yang warganya kebanyakan dari Kecamatan Tawalian dan Sesenapadang.

Di Talambai terdapat empat dusun yang administrasi pemerintahannya disebut masuk dalam Desa Tawalian Timur.

Sementara letak geografinya disebut berada di Desa Lambanan, Kecamatan Mamasa.

Seperti diketahui, di Talambai terdapat empat dusun, yakni Dusun Salukaiyang, Dusun Salurea, Dusun Salutondok dan Dusun Rante Tallu.

Di Mamasa, Talambai dikenal sebagai salah satu daerah pengahsil kopi terbesar.

Namun sayang, akses jalan menuju lokasi tersebut sangat memprihatinkan.

Jika musim hujan, akses menuju ke daerah tersebut sangat sulit dilalui.

Belum lagi terdapat banyak kondisi jalan yang curam dan di sisi jalan terdapat jurang yang dalam.

Sejak Mamasa menjadi kabupaten, akses jalan menuju daerah tersebut belum dikerja secara maksimal.

Hanya beberapa kali dilakukan perintisan jalan secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Belakangan diketahui bahwa yang menjadi masalah sehingga akses jalan menuju daerah tersebut tak dapat dikerjakan, karena daerah itu masuk dalam kawasan hutan lindung.

Sebelumya, persoalan itu menjadi bahan reses Wakil Ketua II DPRD Mamasa, Juan Gayang Pongtiku beberapa hari lalu.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved