PAN Buka Penjaringan Balon Bupati Gowa Hari Ini
"Iya, mulai hari ini kami buka pendaftaran. Silakan bagi figur terbaik Gowa untuk mendaftar," kata Ketua penjaringan, Yos Rizal, Kamis (3/10/2019).
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Gowa, mulai membuka penjaringan bakal calon bupati Gowa untuk Pilkada serentak 2020.
Pendaftaran dibuka selama satu bulan, terhitung mulai Kamis 3 Oktober - 2 November 2019.
Pengambilan formulir pendaftaran dipusatkan di Sekretariat DPD PAN Gowa, Andi andi Tonro, Kecamatan Somba Opu.
"Iya, mulai hari ini kami buka pendaftaran. Silakan bagi figur terbaik Gowa untuk mendaftar," kata Ketua penjaringan, Yos Rizal, Kamis (3/10/2019).
Yos Rizal menuturkan, pendaftaran balon bupati tersebut, terbuka bagi kader internal, maupun eksternal PAN.
Pendaftaran ini, kata dia, untuk membuktikan keseriusan bagi balon yang hendak membangun Gowa lewat kursi bupati dan wakil bupati.
"Kriteria secara khusus balon bupatinya belum, yang jelas bisa se-visi dengan platform PAN," ujarnya.
Namun yang pasti, kata dia, balon bupati usungan PAN, ketika terpilih siap berkhidmat untuk masyarakat Gowa.
Sekadar diketahui, tiga mengontrol dua kursi di DPRD Gowa periode 2019-2024.
Tiga kursi tersebut, ditempati kader PAN, Taufik Dapil I, Yana Dapil 6, Husnia Dapil 5.
Sementara ambang batas pengusungan pasangan calon minimal sembilan kursi di DPRD Kabupaten Gowa.
Artinya, jika ingin mengusung kandidat sendiri, PAN masih membutuhkan tambahan enam kursi. (*)
Pilkada Serentak 2020, Bupati Adnan Harap Pilkada Gowa Jadi Rujukan se-Sulsel
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan berharap penyelenggaraan Pilkada 2020 bisa berjalan dengan baik.
Bahkan, ia berharap penyelenggara Pilkada di kabupaten Butta Bersejarah ini menjadi contoh bagi kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
"Kita harapkan penyelenggara pilkada di tahun mendatang berjalan dengan baik. Bahkan menjadi contoh di Sulawesi Selatan," katanya, Rabu (2/10/2019).
Adnan menilai, kesuksesan pelaksanaan pilkada bergantung pada bagaimana penyelenggaraan berjalan dengan baik.
Kedua berlangsung lancar serta sesuai dengan kaidah dan aturan yang ada.
Sebab, penyelenggaraan yang baik dinilai akan melahirkan proses pemilihan yang baik.
Dan pemilihan yang baik akan menciptakan kepemimpinan yang baik, termasuk lahirnya pemimpin di Kabupaten Gowa.
"Saya berharap terjalin koordinasi yang baik antara Bawaslu, KPU bersama pemerintah daerah," katanya.
"Sehingga betul-betul kita bisa menjalankan pemilihan kepala daerah di Gowa dengan lancar, aman dan damai," ujarnya.
Bupati Adnan menegaskan, kesuksesan Pilkada bukan ditentukan pada berapa banyaknya anggaran yang diberikan kepada masing-masing penyelenggara.
Tapi suksesnya penyelenggaraan pilkada bergantung dari sumber daya manusianya, bagaimana mereka menjalankan sesuai peran dan fungsinya.
Pemkab Gowa memberikan dana senilai Rp60 miliar untuk KPU Gowa. Sementara Bawaslu Gowa, Pemkab menghibahkan Rp12 miliar.
"Dengan anggaran ini kita juga bisa meningkatkan pencegahan-pencegahan melalui sosialisasi," bebernya.
Sosialisasi diharapkan agar tidak terjadi praktik-praktik penyelenggaraan yang tidak sesuai prosedur dan aturannya.
Dengan adanya anggaran ini pula mampu meningkatkan partisipasi pemilih pada 2020 mendatang.
Pasalnya salah satu ukuran keberhasilan pemilu dilihat dari besarnya angka partisipasi pemilihnya.
Anggaran Pilkada Gowa
Anggaran Pilkada Gowa Tahun 2020 mencapai Rp 60 miliar.
Hal itu berdasarkan dana hibah yang ditandatangani Pemerintah Kabupaten Gowa.
Peningkatan anggaran ini tentunya diharapkan bisa selaras dengan peningkatan partisipasi pemilih pada kontestasi pesta demokrasi ini.
Peningkatkan angka partisipasi pemilih merupakan harapan utama Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan pada proses Pilkada nantinya.
"Partisipasi pemilih diharapkan meningkat. Ukuran keberhasilan pemilu dilihat dari besarnya angka partisipasi pemilihnya," kata Adnan, Selasa (1/10/2019).
Jika dibanding dengan dana hibah yang diajukan pada Pilkada 2015 silam, nilainya hanya mencapai Rp24 miliar.
Terjadi peningkatan sekitar Rp36 miliar pada Pilkada Gowa 2020 mendatang.
Anggaran disebutkan meningkat signifikan karena ada penambahan tempat pemungutan suara (TPS) yang signifikan. Kedua pengadaan kembali kotak suara.
Kotak suara bersifat sekali pakai. Sehingga jika pemilu kembali digelar, maka harus dilakukan pengadaan ulang.
Sementara partisipasi pemilih, mencapai 80 persen untuk wilayah Kabupaten Gowa pada Pemilu 2019 kemarin. Pilgub Sulsel 2018 mencapai 76 persen untuk Kabupaten Gowa.
"Kita akan berupaya untuk dapat menggenjot partisipasi pemilih dengan menambah kreasi-kreasi sosialisasi nantinya," kata Ketua KPU Gowa, Muhtar Muis.
KPU, katanya, menargetkan partisipasi pemilih pada Pilkada nanti bisa lebih besar dari proses pemilu. Atau paling tidak lebih tinggi dari target nasional yakni 77,5 persen.
Muhtar menjelaskan, terkait tahapan pelaksanaan pilkada telah dilaunching sejak 23 September 2019 lalu secara nasional.
Sementara di Kabupaten Gowa akan dimulai dengan proses sosialisasi untuk pengajuan bakal calon perseorangan pada pertengahan Oktober 2019 mendatang.
Sementara proses pendaftaran calon perseorangan akan dilakukan pada Desember 2019.
Sedangkan pendaftaran calon secara resmi akan dilakukan pada Juni 2020 mendatang.
Laporan Wartawan Tribun Timur @bungari95
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/penjaringan-bakal-calon-bupati-gowa.jpg)