Masyarakat Maspul Minta Pelaku Kejahatan di Wamena Ditindak Tegas, Ini Alasannya
Selain menolak RUU KPK dan kenaikan tarif BPJS, mereka juga mengangkat salah satu isu kerusahan di Wamena.
Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Ansar
TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG- Beberapa masyarakat yang tergabung dalam Aliansi masyarakat Maspul ikut bersama mahasiswa STKIP Muhammadiyah berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Enrekang, Senin (30/9/2019) siang.
Selain menolak RUU KPK dan kenaikan tarif BPJS, mereka juga mengangkat salah satu isu kerusahan di Wamena.
Salah satu perwakilan masyarakat, Irwan dalam orasinya mengatakan, saat ini ada puluhan korban meninggal di Wamena.
Bahkan, beberapa korbannya adalah masyarakat Massenrempulu.
Bukan Maxime Bouttier, Siapa Pria Berkumis Diciumi Prilly Latuconsina? Mesra Banget Intip Videonya
Sekwan Jeneponto Tak Tahu Soal Bredarnya SK Pergantian Ketua DPRD Jeneponto
Barcelona vs Inter Milan di Liga Champions, Antonio Conte Punya Cara Redam Lionel Messi
Dan tentu masih banyak sanak saudara kita yang sedang mengungsi dan ingin cepat keluar dari sana.
"Mestinya TNI dan Polri lindungi warga Sulsel di Wamena dan tindak tegas pelaku kejahatan di Wamena, bukan malah aksi mahasiswa yang ditekan dengan cara refresif," kata Irwan.
Tak lupa, Irwan meminta DPRD Enrekang agar bisa proaktif dalam memperhatikan masyarakat Enrekang yang ada di Wamena saat ini.
Sementara Ketua DPRD Enrekang, Idris Sadik, mengatakan pihaknya mengapresiasi aksi yang dilakukan para pengunjuk rasa.
Pihaknya berjanji, selalu siap untuk fasilitasi dan mengakomodir tuntutan para demonstran ke pemerintah pusat.
"Kami seribu kali siap untuk menyampaikan aspirasi terkait RUU KPK, BPJS dan kerusuhan di Wamena ini ke tingkat pusat," ujar Idris Sadik.
Bukan Maxime Bouttier, Siapa Pria Berkumis Diciumi Prilly Latuconsina? Mesra Banget Intip Videonya
Sekwan Jeneponto Tak Tahu Soal Bredarnya SK Pergantian Ketua DPRD Jeneponto
Barcelona vs Inter Milan di Liga Champions, Antonio Conte Punya Cara Redam Lionel Messi
Sebelumnya diberitakan, 32 warga menjadi korban tewas kerusuhan di Wamena. Empat dari delapan korban asal Sulsel, merupakan keluarga asal Enrekang.
Mereka masing-masing Rustam (ayah), Irma (ibu), Ilmi (anak, usia 3 tahun) dan Erwin (keponakan).
Rustam dan Erwin dimakamkan di Enrekang, sementara Irma dan Ilmu dimakamkan di Pangkep.
(tribunenrekang.com)
Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/aliansi-masyarakat-maspul-ikut-bersama-mahasiswa-stkip-muhammadiyah.jpg)